Sri Mulyani Geregetan Penerimaan Pajak Sektor Perikanan Minim
Selasa, 14 Maret 2017 - 16:15 WIB
Sri Mulyani Geregetan Penerimaan Pajak Sektor Perikanan Minim
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati nampak tidak senang melihat data kontribusi sektor perikanan di Tanah Air terhadap perekonomian dan penerimaan pajak di Indonesia. Betapa tidak, pada 2016 penerimaan pajak dari sektor perikanan hanya sekitar Rp986 miliar.
(Baca: Susi Minta Bantuan Sri Mulyani Tertibkan Pengusaha Perikanan )
Dia menuturkan, kontribusi sektor perikanan terhadap ekonomi Indonesia sangat tidak sepadan dengan kontribusinya terhadap perpajakan. Pada 2011, kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian mencapai 15%, sementara terhadap tax ratio hanya 0,001%.
"Sektor ini kontribusinya ke dalam ekonomi kita mencapai hampir 15%, itu 2011. Tapi posisinya itu hampir di dasar. Artinya, kontribusinya terhadap pajak itu sangat kecil," katanya di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (14/3/2017).
Lima tahun kemudian, lanjut mantan Menko bidang Perekonomian ini, kontribusi sektor perikanan tidak banyak bergerak. Meskipun sektor perikanan sudah ditangani Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, namun tetap saja penerimaan pajak dari sektor tersebut masih sangat minim.
"Pada 2016, walaupun sudah punya Menteri Ibu Susi, enggak bergerak juga. Dia kontribusinya masih 15% terhadap GDP. Kita lihat kontribusi terhadap tax, jadi tax rationya still almost close to zero. Padahal, sektor lain ada di sebelah kanan, makin ke kanan kontribusinya terhadap pajak semakin besar," imbuh dia.
Sementara untuk penerimaan pajak, pada 2016 sektor perikanan hanya menyumbang sekitar Rp986,1 miliar. Melihat kenyataan tersebut, Sri Mulyani merasa tersinggung. Pasalnya, selama ini Indonesia selalu mendeklarasikan diri sebagai negara maritim atau archipelago country.
"Laut kita lebih luas dari daratan kita. Tapi kontribusinya laut hampir 0,01%. Itu sesuatu yang berarti ada something really wrong. Dan lima tahun itu flat. Ada sih Bu Susi kontribusinya waktu 2014 menjadi 0,02. Pada 2016 drop lagi. Terus kalau sektor perikanan memberikan hanya Rp986 miliar menurut saya kebangetan, dalam bahasa inggrisnya lebih tepat outregeous," tuturnya.
(Baca: Susi Minta Bantuan Sri Mulyani Tertibkan Pengusaha Perikanan )
Dia menuturkan, kontribusi sektor perikanan terhadap ekonomi Indonesia sangat tidak sepadan dengan kontribusinya terhadap perpajakan. Pada 2011, kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian mencapai 15%, sementara terhadap tax ratio hanya 0,001%.
"Sektor ini kontribusinya ke dalam ekonomi kita mencapai hampir 15%, itu 2011. Tapi posisinya itu hampir di dasar. Artinya, kontribusinya terhadap pajak itu sangat kecil," katanya di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (14/3/2017).
Lima tahun kemudian, lanjut mantan Menko bidang Perekonomian ini, kontribusi sektor perikanan tidak banyak bergerak. Meskipun sektor perikanan sudah ditangani Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, namun tetap saja penerimaan pajak dari sektor tersebut masih sangat minim.
"Pada 2016, walaupun sudah punya Menteri Ibu Susi, enggak bergerak juga. Dia kontribusinya masih 15% terhadap GDP. Kita lihat kontribusi terhadap tax, jadi tax rationya still almost close to zero. Padahal, sektor lain ada di sebelah kanan, makin ke kanan kontribusinya terhadap pajak semakin besar," imbuh dia.
Sementara untuk penerimaan pajak, pada 2016 sektor perikanan hanya menyumbang sekitar Rp986,1 miliar. Melihat kenyataan tersebut, Sri Mulyani merasa tersinggung. Pasalnya, selama ini Indonesia selalu mendeklarasikan diri sebagai negara maritim atau archipelago country.
"Laut kita lebih luas dari daratan kita. Tapi kontribusinya laut hampir 0,01%. Itu sesuatu yang berarti ada something really wrong. Dan lima tahun itu flat. Ada sih Bu Susi kontribusinya waktu 2014 menjadi 0,02. Pada 2016 drop lagi. Terus kalau sektor perikanan memberikan hanya Rp986 miliar menurut saya kebangetan, dalam bahasa inggrisnya lebih tepat outregeous," tuturnya.
(izz)
Lihat Juga :