BPS Catat Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD1,32 Miliar

Rabu, 15 Maret 2017 - 12:00 WIB
BPS Catat Neraca Perdagangan...
BPS Catat Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD1,32 Miliar
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka neraca perdagangan Indonesia selama bulan Februari 2017 mengalami surplus sebesar USD1,32 miliar. Sedangkan secara kumulatif dari Januari-Februari 2017 juga surplus sebesar USD2,75 miliar.

Angka surplus neraca perdagangan di bulan Februari 2017 jika dirinci, untuk ekspor mencapai USD12,57 miliar atau menurun 6,17% dibandingkan Januari 2017. Sementara bila dibanding ekspor Februari 2016 naik 11,55%

"Penurunan ini lebih karena sektor seasonal ya. Terlebih lagi untuk non migas turun karena ada pengaruh kenaikan harga minyak," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Untuk ekspor migas, tercatat turun 5,78% atau USD1,20 miliar dibanding Januari, sedangkan untuk ekspor non migas turun 6,21% atau USD11,38 miliar. Sedangkan total ekspor kumulatif di Januari-Februari 2017 sebesar USD25,98 miliar dan non migas USD23,51 miliar.

"Pada pangsa ekspor nonmigas kita, sama seperti Januari, ada sedikit perbedaan yakni peringkat pertama Tiongkok USD2,91 miliar atau 12,37%, kedua Amerika Serikat 11,83% atau USD2,78 miliar dan peringkat ketigayaitu India USD2,34 miliar atau 9,85%. Jepang tidak lagi menjadi peringkat ketiga terbesar, sekarang sudah digeser oleh India," imbuhnya.

Untuk ekspor ke ASEAN, sebesar 20,61% atau USD4,84, dan Uni Eropa 11,28% atau USD2,65 miliar. Pada nilai impor, di Februari 2017 sebesar USD11,26 miliar. Jika dibandingkan Februari 2016 meningkat 10,61% dan dibandingkan Januari 2017, turun 5,96%.

"Untuk impor migas kita di Februari naik 32,71% atau USD2,43 miliar sedangkan non migas turun 12,93% atau USD8,83 miliar," imbuh Suhariyanto.

Total impor Januari- Februari 2017 dicatat sebesar 12,51% atau USD 23,22 miliar dan non migas USD18,97 miliar atau 3,67%. "Pangsa impor non migas kita tetap yakni Tiongkok sebesar 25,68% atau USD4,87 miliar, Jepang USD2,15 miliar atau 11,32% dan Thailand USD1,38 miliar atau 7,25%," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tertinggi dalam 15 Tahun...
Tertinggi dalam 15 Tahun Terakhir, Neraca Dagang RI Surplus USD35,34 Miliar di 2021
Neraca Perdagangan RI...
Neraca Perdagangan RI Surplus 14 Bulan Beruntun, Ekonomi Mulai Pulih?
Neraca Dagang RI Menang...
Neraca Dagang RI Menang Lawan AS, Tapi Keok dengan Negeri Kpop
Neraca Dagang Mei Diramal...
Neraca Dagang Mei Diramal Surplus USD2 Miliar
BPS: Neraca Perdagangan...
BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus USD2,59 Miliar di Juli 2021
Neraca Dagang Indonesia...
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD3,83 Miliar di Februari 2022
Berita Terkini
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
6 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
13 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
21 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
48 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved