Penurunan Bunga KPR Jadi Magnet Konsumen Properti

Kamis, 16 Maret 2017 - 22:04 WIB
Penurunan Bunga KPR...
Penurunan Bunga KPR Jadi Magnet Konsumen Properti
A A A
SEMARANG - Penurunan suku bunga Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang mulai dilakukan perbankan, diharapkan oleh Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengan (Jateng) bisa menjadi daya tarik konsumen. Wakil Ketua DPD REI Jateng Bidang Humas, Promosi dan Publikasi, Dibya K. Hidayat mengharapkan, penurunan suku bunga menjadi kesempatan menarik untuk konsumen.

Dia melanjutkan, suku bunga KPR saat ini rata -rata berada di bawah 7%. Bahkan ada yang mematok bunga KPR 6% untuk fixed satu tahun. Sedangkan, suku bunga 9% untuk fixed selama lima tahun. "Besaran tersebut dinilai masih sangat murah. REI sudah mendapat lampu hijau dari perbankan yang sudah menurunkan suku bunga KPR," ujarnya, Kamis (16/3/2017).

Diharapkan olehnya suku bunga KPR mampu mendongkrak penjualan di REI III/2017 di Mall Ciputra Semarang. Pameran berlangsung mulai 15-26 Maret 2017 dipatok target penjualan 75 unit. "Pameran kali ini ditargetkan transaksi lebih bagus dari pameran pertama dan kedua tahun 2017 yang hasilnya kurang memuaskan atau rata-rata 40 unit. Kali ini dari 17 peserta pengembang perumahan, kami mematok target 75 unit," paparnya

Selain suku bunga bank, lanjut dia, keberhasilan program pengampunan pajak atau Tax Amnesty diyakini bisa mendorong pertumbuhan bisnis properti. Program amnesti pajak kali ini sudah mendekati tahap akhir. "Seharusnya Tax Amnesty sudah bisa mulai dirasakan dan akan berakhir," ungkapnya.

Lebih lanjut dia menilai, masih banyak masyarakat menunda pembelian rumah dengan beberapa faktor alasan. Namun, pada saatnya pasti masyarakat akan membeli karena rumah menjadi kebutuhan pokok.

Wakil Ketua Bidang Litbang DPD REI Jateng, Drajat Adi Prayitno mengaku, pihak pengembang telah siap membangun FLPP. Namun begitu, pemerintah diminta membantu penyediaan lahan supaya harga rumah dapat dikendalikan. "Kerja sama dengan pihak lain seperti penyediaan lahan hingga perijinan. Pengembang semakin mudah membangun rumah FLPP," terang Drajat.

Dicontohkan, harga tanah di Semarang melejit dibandingkan daerah- daerah kecil sangat signifikan. Alokasi anggaran yang sama untuk setiap daerah tentu tidak akan berimbang. "Permintaan rumah FLPP selalu meningkat namun harga tanah semakin tinggi," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penjualan Properti Menurun,...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
Kelas Menengah Milenial...
Kelas Menengah Milenial Dominasi Pembelian Properti Residensial
Membangun Standar Baru...
Membangun Standar Baru Industri Properti lewat Indonesia Real Estate Awards 2026
Ketua REI Jabar 2024-2027...
Ketua REI Jabar 2024-2027 Menyadari Tantangan Sektor Real Estate Makin Berat
Bangkitkan Industri...
Bangkitkan Industri Properti lewat Pameran Virtual
Sektor Properti Tetap...
Sektor Properti Tetap Jadi Primadona, Begini Strategi Industri di 2023
Berita Terkini
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
22 menit yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
27 menit yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
47 menit yang lalu
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
1 jam yang lalu
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
2 jam yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
3 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved