OJK Dorong Pertumbuhan Investor Lokal di Pasar Modal
Minggu, 19 Maret 2017 - 13:01 WIB
OJK Dorong Pertumbuhan Investor Lokal di Pasar Modal
A
A
A
JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mendorong agar jumlah investor lokal di pasar modal meningkat. Pasar modal diharapkan dapat menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi.
Dia mengungkapkan, jika dilihat secara makro, pemerintah saat ini sangat mendorong pembangunan infrastruktur yang membutuhkan dana sekitar Rp5.000 triliun. "Dari angka Rp5.000 triliun itu sekitar 30% dari APBN, 11% APBD, 22%BUMN, dan 37% diharapkan dari sektor keuangan seperti bank, asuransi atau pasar modal. Jadi sebetulnya perkembangan pasar modal sangat terbuka lebar," ungkap Nurhaida, Sabtu (18/3/2017).
Untuk itu, OJK siap membantu kesejahteraan masyarakat melalui investor lokal yang ikut memanfaatkan pasar modal. OJK dan asosiasi akan terus berusaha bersama-sama meningkatkan kinerja pasar modal, yang diharapkan diisi oleh investor lokal.
OJK dan asosiasi lainnya akan terus menyelenggarakan pendidikan dan sosialisasi mengenai pasar modal kepada seluruh masyarakat Indonesia, tidak hanya di Jakarta namun di luar Pulau Jawa.
"Kita perlu bersama-sama mendorong agar investor lokal banyak. Selama ini sebagian besar hanya ada di Pulau Jawa, karena fasilitas dan akses yang mudah. Namun, kami dari OJK mencoba melihat masyarakat di luar pulau Jawa yang punya potensi besar mendapatkan akses yang mudah ke pasar modal," katanya.
Beberapa kebijakan atau peraturan OJK meminta agar broker-broker memiliki tenaga pemasar di daerah. Sehingga, dapat menghasilkan pertumbuhan investor yang signifikan.
Saat ini, emiten di Indonesia sekitar 50% dimiliki asing. Angka tersebut sudah ada perbaikan dari sebelumnya mencapai 74%. "Nah sekarang sudah berkembang investor lokal dan asing sama-sama seimbang. Kita pacu agar kepemilikan domestik ini makin tinggi," ungkapnya.
Dia mengungkapkan, jika dilihat secara makro, pemerintah saat ini sangat mendorong pembangunan infrastruktur yang membutuhkan dana sekitar Rp5.000 triliun. "Dari angka Rp5.000 triliun itu sekitar 30% dari APBN, 11% APBD, 22%BUMN, dan 37% diharapkan dari sektor keuangan seperti bank, asuransi atau pasar modal. Jadi sebetulnya perkembangan pasar modal sangat terbuka lebar," ungkap Nurhaida, Sabtu (18/3/2017).
Untuk itu, OJK siap membantu kesejahteraan masyarakat melalui investor lokal yang ikut memanfaatkan pasar modal. OJK dan asosiasi akan terus berusaha bersama-sama meningkatkan kinerja pasar modal, yang diharapkan diisi oleh investor lokal.
OJK dan asosiasi lainnya akan terus menyelenggarakan pendidikan dan sosialisasi mengenai pasar modal kepada seluruh masyarakat Indonesia, tidak hanya di Jakarta namun di luar Pulau Jawa.
"Kita perlu bersama-sama mendorong agar investor lokal banyak. Selama ini sebagian besar hanya ada di Pulau Jawa, karena fasilitas dan akses yang mudah. Namun, kami dari OJK mencoba melihat masyarakat di luar pulau Jawa yang punya potensi besar mendapatkan akses yang mudah ke pasar modal," katanya.
Beberapa kebijakan atau peraturan OJK meminta agar broker-broker memiliki tenaga pemasar di daerah. Sehingga, dapat menghasilkan pertumbuhan investor yang signifikan.
Saat ini, emiten di Indonesia sekitar 50% dimiliki asing. Angka tersebut sudah ada perbaikan dari sebelumnya mencapai 74%. "Nah sekarang sudah berkembang investor lokal dan asing sama-sama seimbang. Kita pacu agar kepemilikan domestik ini makin tinggi," ungkapnya.
(dmd)
Lihat Juga :