Wall Street Berakhir Variatif Setelah Kongres Tolak RUU Kesehatan

Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:23 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Variatif Setelah Kongres Tolak RUU Kesehatan
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street berakhir variatif pada penutupan perdagangan Jumat, setelah Kongres menolak RUU Perawatan Kesehatan, yang sejatinya untuk menggantikan Obamacare.

Melansir dari CNBC, Sabtu (25/3/2017), indeks Dow Jones Industrial Average turun 59,86 poin atau 0,29% ke level 20.596,72, dimana saham Goldman Sachs turun tajam sedangkan saham Nike meningkat tinggi.

Indeks S & P 500 tergelincir 1,98 poin atau 0,08% menjadi 2.343,98, dan indeks Nasdaq naik 11,04 poin atau 0,19% ke posisi 5.828,74.

Art Cashin, direktur operasional UBS mengatakan seharusnya pasar bisa reli bila Kongres tidak menolak RUU Perawatan Kesehatan. “Sekarang harapannya adalah reformasi pajak. Setidaknya itulah harapan pasar dan pasar akan bergerak jika itu terjadi,” katanya.

Sejatinya, RUU Perawatan Kesehatan merupakan hal penting. Karena Gedung Putih menganggap penting agenda Trump untuk memulihkan perekonomian AS. “Dari perspektif ekonomi, sebenarnya tidak ada masalah soal RUU Perawatan Kesehatan dari Trump,” kata Brad McMillan, kepala investasi di Commonwealth Financial Network. “Namun masalah yang lebih besar di sini adalah politik,” sambungnya.

Sementara itu dolar Amerika Serikat juga diperdagangkan lebih rendah terhadap sekeranjang mata uang utama. Mengutip dari Bloomberg, Sabtu (25/3), indeks dolar melemah 0,13% ke level 99,627 DXY.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Resesi: Harga...
Amerika Resesi: Harga Minyak, Kurs Dolar, dan Wall Street Amburadul
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Kekhawatiran Inflasi...
Kekhawatiran Inflasi Mereda, Wall Street Ditutup Menguat
Hari Ini, Rupiah Diprediksi...
Hari Ini, Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Melemah 60 Poin...
Rupiah Melemah 60 Poin ke Rp15.455 per USD
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
9 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
9 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
9 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
10 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
10 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Gubernur Muzakir Manaf,...
Gubernur Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Tolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved