Kinerja Perbankan RI Masih Berada dalam Tren Positif
Senin, 03 April 2017 - 10:26 WIB
Kinerja Perbankan RI Masih Berada dalam Tren Positif
A
A
A
BOGOR - Otoritas Jasa Keungan (OJK) mencatat, hingga posisi Desember 2016, sektor perbankan masih menjadi andalan dalam pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan kredit. Per akhir Desember 2016, total aset perbankan sebesar Rp6.839 triliun dengan rincian bank umum sebesar Rp6.414 triliun.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar Rp110 triliun serta bank syariah sebesar Rp315 triliun. "Sedangkan, dari sisi total aset, industri perbankan masih mendominasi lebih dari 78% industri keuangan Indonesia," ujar Kepala Departemen Komunikasi dan Internasional OJK Triyono di Bogor akhir pekan.
Per posisi Januari 2017, kondisi perbankan membaik dengan ditopang peningkatan permodalan dan likuiditas yang memadai meskipun risiko kredit cenderung meningkat. Adapun Kredit mengalami penurunan dari Rp4.377 triliun pada Desember 2016 menjadi Rp4.313 triliun di bulan Januari 2017.
Meski begitu, secara umum pertumbuhan kredit pada Januari 2017 lebih tinggi jika dibandingkan kredit pada Desember 2016, dengan masing masing growth 8,28% dan 7,86%. Untuk menjaga dan mendorong perbankan tumbuh sehat dan berkesinambungan.
OJK lebih menekankan penerapan pola pengawasan berdasarkan risiko (Risk Based Supervision) yang berlaku secara internasional, seperti berorientasi ke depan, fokus pada risiko risiko yang melekat pada aktivitas fungsional bank serta sistem pengandalian risiko.
Sementara itu kontribusi aset perbankan terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 55% hingga Desember 2016. Meskipun begitu, rasio kredit ke PDB saat ini masih terhitung kecil yakni hanya sebesar 33%, kalah jauh dibanding Malaysia yang sudah 100%.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar Rp110 triliun serta bank syariah sebesar Rp315 triliun. "Sedangkan, dari sisi total aset, industri perbankan masih mendominasi lebih dari 78% industri keuangan Indonesia," ujar Kepala Departemen Komunikasi dan Internasional OJK Triyono di Bogor akhir pekan.
Per posisi Januari 2017, kondisi perbankan membaik dengan ditopang peningkatan permodalan dan likuiditas yang memadai meskipun risiko kredit cenderung meningkat. Adapun Kredit mengalami penurunan dari Rp4.377 triliun pada Desember 2016 menjadi Rp4.313 triliun di bulan Januari 2017.
Meski begitu, secara umum pertumbuhan kredit pada Januari 2017 lebih tinggi jika dibandingkan kredit pada Desember 2016, dengan masing masing growth 8,28% dan 7,86%. Untuk menjaga dan mendorong perbankan tumbuh sehat dan berkesinambungan.
OJK lebih menekankan penerapan pola pengawasan berdasarkan risiko (Risk Based Supervision) yang berlaku secara internasional, seperti berorientasi ke depan, fokus pada risiko risiko yang melekat pada aktivitas fungsional bank serta sistem pengandalian risiko.
Sementara itu kontribusi aset perbankan terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 55% hingga Desember 2016. Meskipun begitu, rasio kredit ke PDB saat ini masih terhitung kecil yakni hanya sebesar 33%, kalah jauh dibanding Malaysia yang sudah 100%.
(akr)
Lihat Juga :