Rupiah Gagal Manfaatkan Melemahnya Dolar AS

Senin, 17 April 2017 - 17:25 WIB
Rupiah Gagal Manfaatkan...
Rupiah Gagal Manfaatkan Melemahnya Dolar AS
A A A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan Senin (17/4/2017) berbalik melemah. Rupiah di indeks Bloomberg berakhir melemah 27 poin ke level Rp13.286 per USD.

Sebelumnya, pagi tadi rupiah dibuka menguat 0,11% atau 15 poin ke Rp13.259/USD. Dan sepanjang hari ini, mata uang NKRI bergerak di kisaran Rp13.253-Rp13.289 per USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada penutupan Senin petang ini juga melemah 26 poin atau 0,20% ke level Rp13.279 per USD. Awal hari, rupiah dibuka di level Rp13.253 per USD dan seharian ini diperdagangkan di Rp13.248-Rp13.283 per USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pada Senin ini berakhir terdepresiasi 17 poin ke Rp13.270 per USD, setelah sebelumnya dibuka naik 22 poin ke Rp13.253 per USD.

Meski BPS melansir neraca perdagangan Indonesia Maret 2017 yang surplus USD1,23 miliar, hal ini belum mampu mengerek rupiah ke tren positif. Investor sepertinya sedang menanti proses pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua.

Sementara itu, rupiah gagal memanfaatkan melemahnya USD. Mengutip dari Reuters, Senin (17/4), mata uang George Washington melemah imbas dari data penjualan ritel AS yang menurun dan meningkatnya situasi geopolitik di Semenanjung Korea.

Data penjualan ritel AS Maret 2017 melambat menjadi 2,0%, yang terendah sejak November 2015. Sedangkan pada Februari lalu berada di 2,2%.

Adapun uji coba rudal Korea Utara telah memantik AS, Korea Selatan dan Jepang untuk menyiapkan sanksi terhadap Kim Jong-un. "Pada intinya, Korea Utara membuat provokasi tapi tidak akan melampaui 'garis merah' AS. Tapi tergantung bagaimana reaksi China, saat lain Trump bisa kehilangan kesabaran," ujar analis pasar di SMBC Nikko Securities Makoto Noji.

Tensi Semenanjung Korea membuat investor memilih emas sebagai safe haven, dimana si kemilau naik 0,8% menjadi USD1,295,5 per ons, tertinggi sejak lima bulan terakhir.

Indeks USD yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama turun 0,1% ke level 100,470 DXY. Hal ini membuat yen menguat 0,3% terhadap USD menjadi JPY108,235.

Sementara Euro melemah menjadi USD1,0608 EUR karena investor sedang mencermati pemilihan presiden di Prancis antara sayap kanan Marine LePen melawan kandidat sayap kiri Jena-Luc Melenchon. Dolar Australia stabil di 0,7581 sementara dolar Selandia Baru naik 0,2% menjadi 0,7013.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Hari Ini, Rupiah Diprediksi...
Hari Ini, Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Rupiah Melemah 60 Poin...
Rupiah Melemah 60 Poin ke Rp15.455 per USD
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved