Mendorong Pembangunan Human Capital sebagai Belanja Modal

Jum'at, 21 April 2017 - 05:13 WIB
Mendorong Pembangunan...
Mendorong Pembangunan Human Capital sebagai Belanja Modal
A A A
JAKARTA - Modal Sumber Daya Manusia (human capital) menjadi sangat penting bagi pembangunan. Pembangunan yang tidak mengutamakan human capital akan mengalami kegagalan. Sebagai contoh kegagalan dari MDGs yang akhirnya melahirkan konsep baru, yakni Sustainable Development Goals (SDGs).

SDGs merupakan dokumen yang menjadi acuan dalam rangka transformasi dunia menuju 2030. Untuk mencapai Pembangunan Berkelanjutan “Transforming Our World: yang disepakati di New York 2 Agustus 2015 oleh 193 negara anggota PBB. Oleh karena itu, sudah saatnya bangsa Indonesia menganggap bahwa membangun human capital sebagai belanja modal bukan sebagai belanja habis pakai.

Hal ini disampaikan oleh rektor Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Dr. Moh Nasih dalam Konferensi Regional Akuntansi (KRA) IV yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Pendidik (IAI KAPd) Wilayah Jawa Timur di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis (20/4/). "Negara Indonesia didirikan untuk tujuan tak terbatas demi mencapai kesejahteraan bersama. Pertanyaannya, kira-kira bagaimana masa depan anak cucu kita?," tanya dia

Mengenai tantangan ke depan, kata Nasih, apakah mungkin anak cucu kita kelak masih bisa bermain dakon dengan leluasa?, masih bisa menghirup udara sesegar yang sekarang?, atau masih bisa menikmati ikan laut dengan kandungan protein seperti sekarang?

Dikatakan Nasih, terdapat lima tantangan yang dihadapi saat ini, yaitu kelaparan, kemiskinan, kerusakan lingkungan, perubahan iklim, dan kesenjangan. Masih ada 795 juta manusia yang hidup kelaparan dari 7 milyar penduduk dunia, sedangkan jumlah kemiskinan di indonesia sekitar 28 juta dan di Jawa Timur sekitar 4,7 Juta.

Sementara, kerusakan lingkungan semakin parah yang disebabkan oleh banyaknya pembangunan infrastruktur seperti hotel, apartemen dan mall yang tidak seimbang sehingga menyebabkan banyak terjadinya banjir dan hujan es. Kesenjangan hidup di indonesia juga masih tinggi. "Oleh karena itu perlu peran dari bebagai pemangku kepentingan (stake holder) untuk bersama-sama membangun komitmen dan meningkatkan kompetensi," tegas dia.

Menurutnya, kedua hal tersebut harus mendukung, kompetensi saja tidak cukup kalau tidak punya komitmen dan sebaliknya. "Ke depan, saya berharap akan ada laporan sumber-sumber kesejahteraan dari tiap-tiap kabupaten," ujarnya.

Kabid Perizinan dan Kepatuhan Profesi Penilai, Aktuaris dan Profesi Keuangan Lainnya PPPK Kementerian Keuangan, Triyanto, MM, MH, Ak., mengatakan perlu upaya untuk meningkatkan jumlah anggaran melalui sektor pendidikan, diantaranya naiknya dana penelitian, adanya sertifikasi dosen, dan lain-lain.

"Human capital yang merupakan agenda penting untuk diimplementasikan membutuhkan peran serta Kementerian Keuangan untuk mendorong pengalokasikan anggaran yang lebih tinggi," pungkas dia
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terafiliasi dengan ACCA,...
Terafiliasi dengan ACCA, Kalbis Institute Gelar Program Sertifikasi Akuntan
BAT Indonesia Raih Penghargaan...
BAT Indonesia Raih Penghargaan Top Employer 2023
Caregiver Indonesia...
Caregiver Indonesia Raih Predikat TUK Mandiri Terverifikasi LSP
Pembangunan Karakter...
Pembangunan Karakter Dinilai Penting untuk Menuju Indonesia Emas 2045
SDM Indonesia Harus...
SDM Indonesia Harus Terus Berinovasi agar Bisa Bersaing di Tingkat Global
Kembangkan SDM, RSM...
Kembangkan SDM, RSM Indonesia-Institut Teknologi DEL Kerja Sama
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
11 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved