Penyebab 7-Eleven Mulai Berguguran

Selasa, 25 April 2017 - 14:38 WIB
Penyebab 7-Eleven Mulai...
Penyebab 7-Eleven Mulai Berguguran
A A A
JAKARTA - Konsep ritel modern yang tidak hanya menjadi tempat belanja, melainkan juga tempat nongkrong anak muda yang diusung 7-Eleven (Sevel) pada awal kemunculan di Indonesia membuat gerai mereka terus bertambah. Sevel sendiri masuk ke Indonesia pada tahun 2008 dan dikelola oleh PT Modern Sevel Indonesia, anak dari PT Modern International Tbk.

(Baca Juga: Charoen Pokphand Akuisisi 7-Eleven Indonesia Rp1 Triliun )

Sevel merupakan hasil transformasi bisnis dari Modern Grup, setelah bisnis fotonya mengalami kelesuan. Di tengah kelesuan bisnis, Grup Modern akhirnya memutuskan untuk membeli lisensi waralaba 7-Eleven alias Sevel. Langkah itu terbukti sukses menyelamatkan bisnis Grup Modern. Hanya berada di kota-kota besar Indonesia, Sevel semakin menunjukkan eksistensinya.

Tercatat setidaknya dari hanya 50-gerai Sevel pada 2011, jumlahnya bertambah berlipat pada 2012. Namun berdasarkan data keterbukaan informasi, bisnis waralaba yang sempat berkembang besar di Indonesia itu mengalami kerugian dalam beberapa tahun terakhir karena persaingan yang tinggi. Hingga akhirnya bisnis waralaba 7-Eleven alias sevel diakuisisi oleh PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI).

Adanya aturan larangan minimarket menjual minuman berakhohol diyakini menjadi salah satu penyebab mulai menyusutnya jumlah gerai sevel. Mulai 16 April 2015, minimarket dilarang menjual minumal beralkohol. Larangan itu tertuang dalam Peraturan menteri Perdagangan (Permendag) No. 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minumal Beralkohol.

Sejak pelarangan itu, gerai-gerai Sevel dan sejenisnya tak bisa lagi menjual minumal beralkohol. Selain aturan tersebut, semakin ketatnya persaingan juga terimbas terhadap pertumbuhan bisnis Sevel, ketika supermarket sejenis juga menawarkan konsep serupa dengan menyediakan tempat bersantai di tokonya. Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Roy Mande dalam analisanya menyebutkan pada dasarnya perkembangan bisnis waralaba di Indonesia sedang melambat.

"Sekarang ini, ritel sedang tidak dalam pertumbuhan signifikan. Jadi relokasi menjadi solusi. Dan ini lebih kepada perilaku masyarakat juga yang lebih selektif dalam membeli sesuatu, mereka enggak mau stok-stok banyak barang," terangnya kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Sementara itu dia menerangkan masalah utama yang harus dihadapi 7-Eleven bukan karena pendapatan yang menurun. Menurut dia permasalahannya terletak pada habisnya masa sewa dari toko-toko tersebut dan pemilik lahan mengambil keputusan untuk menaikkan harga sewa lahan untuk waralaba favorit anak muda tersebut.

"Jadi sevel masalah utamanya karena sudah habis waktu sewa dari toko-toko yang sudah berdiri yang sudah 5 tahunan. Kan masa sewa mereka 5 tahun ya. Kemudian si pemilik lahan ingin harga sewanya dinaikkan, info yang saya dapat dari manajemen sevel seperti itu," paparnya.

Lebih lanjut dia menerangkan lokasi Sevel yang ditutup, sedangkan dalam tahap relokasi. "Jadi kalau ada beberapa gerai yang tutup itu, ya itu karena relokasi. Mereka memilih ke tempat yang lebih strategis karena juga harga sewa naik," imbuhnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekspansi di Tengah Pandemi,...
Ekspansi di Tengah Pandemi, Amazy Tambah Outlet di Gombak Malaysia
Kolaborasi Jadi Kunci...
Kolaborasi Jadi Kunci Agar Bisnis Bertahan dan Berkembang Saat Pandemi
Hunian di Sentul Bogor...
Hunian di Sentul Bogor Ini Tarik Minat Masyarakat
Bersaing tapi Selalu...
Bersaing tapi Selalu Dekat, Ini 4 Fakta Unik Indomaret dan Alfamart serta Kekayaan Pemiliknya
Menguak Rahasia Usia...
Menguak Rahasia Usia Panjang Brand Franchise di Era Modern
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved