Nilai Akuisisi 7-Eleven Rp1 Triliun Disebut Kemahalan

Selasa, 25 April 2017 - 19:54 WIB
Nilai Akuisisi 7-Eleven...
Nilai Akuisisi 7-Eleven Rp1 Triliun Disebut Kemahalan
A A A
JAKARTA - PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), melalui anak usaha PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI) mengakuisisi kepemilikan jaringan waralaba modern 7-Eleven (Sevel) dari PT Modern Sevel Indonesia (MSI), anak usaha dari PT Modern Internasional Tbk (MDRN). Nilai akuisisi 7-Eleven senilai Rp1 triliun itu dinilai kemahalan.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, harga yang harus dibayar CPIN cukup mahal. Sebab, banyak gerai 7-Eleven masih berupa gedung sewa. "Sepintas agak kemahalan kalau misalnya gedungnya sewa dan barangnya kan konsinyasi," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (25/4/2017).

(Baca Juga: Charoen Pokphand Akuisisi 7-Eleven Indonesia Rp1 Triliun )

Dia menerangkan, Charoen Pokphand harus lebih detil lagi dalam melihat sebuah 7-Eleven. Sebelumnya, juga banyak gerai 7-Eleven yang tutup karena omzet menurun. "Makanya diperlukan detil apakah tempat sevel tersebut milik sendiri atau sewa," katanya.

Jika ingin 7-Eleven kembali bangkit dan meraih keuntungan besar, dia menyarankan CPIN harus mengubah pola bisnisnya. Harga yang mahal dibandingkan pesaing juga jadi salah satu sorotan.

"Salah satu hal yang perlu diganti atau diubah yakni sevel perlu mengganti konsep barang (makanan dan minuman) yang lebih lower harganya karena barang yang dijual sevel agak premium dibandingkan pesaing," pungkasnya.

Sebelumnya, dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/4), penandatanganan business acquisition agreement kedua perusahaan dilakukan pada 19 April 2017. CPRI menyetujui pengambilalihan kegiatan usaha MSI bidang rumah makan dan toko modern (convenience store) beserta aset-aset terkait sistem waralaba senilai Rp1 Triliun. Transaksi direncanakan selesai sebelum atau pada 30 Juni 2017.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hunian di Sentul Bogor...
Hunian di Sentul Bogor Ini Tarik Minat Masyarakat
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Jawaban Bagi Pencari...
Jawaban Bagi Pencari Hunian Ramah Lingkungan Hadir di Serpong
Hadirkan Hunian Terbaru,...
Hadirkan Hunian Terbaru, Fasilitas Summarecon Crown Gading Makin Lengkap
LPKR Gabungkan Hunian...
LPKR Gabungkan Hunian dengan Tempat Bekerja untuk Milenial
Ekspansi di Tengah Pandemi,...
Ekspansi di Tengah Pandemi, Amazy Tambah Outlet di Gombak Malaysia
Berita Terkini
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
13 menit yang lalu
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
48 menit yang lalu
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
1 jam yang lalu
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
2 jam yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
4 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
13 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved