Petani Plasma Minta Bantuan Replanting ke BPDP Sawit

Jum'at, 28 April 2017 - 15:26 WIB
Petani Plasma Minta...
Petani Plasma Minta Bantuan Replanting ke BPDP Sawit
A A A
TEMPILANG - Para petani plasma yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Bina Tani Sejahtera di Bangka Barat, Bangka Belitung, meminta bantuan replanting menggunakan hasil pungutan ekspor crude palm oil (CPO).

Permohonan bantuan replanting ke Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit sudah disampaikan melalui dinas perkebunan setempat tiga pekan lalu. Namun, hingga kini belum ada tanggapan.

Wakil Ketua KUD Bina Tani Sejahtera Arizal Efendi mengatakan, koperasi mengajukan proposal bantuan replanting seluas 300 hektare (ha). Sementara total luas kebun sawit milik 1.115 anggota KUD Bina Sejahtera mencapai 2.300 ha.

"Kurang lebih 300 ha di kebun kami layak untuk replanting karena kita melihat juga produktivitasnya sudah menurun 10 ton per ha per tahun," ujarnya di Tempilang, Bangka Barat, Jumat (28/4/2017).

Menurutnya, lahan kebun yang ingin di replanting juga sudah tersertifikasi sebagaimana yang diisyaratkan BPDP Sawit. "Penurunan produktivitas juga karena tanah sudah kritis. Kedua, jarak tanamnya terlalu rapat," imbuh dia.

Arizal menuturkan, sejak lima tahun lalu koperasi sudah menyiapkan dana replanting yang hingga kini sudah terkumpul Rp10 miliar. Namun, kebutuhan pupuk dua tahun ke depan mencapai Rp100 miliar.

"Kami hanya tersedia mungkin 20%, enggak salah juga kalau mungkin nanti 'bapak angkat' kami PT Sawindo Kencana selaku perusahaan inti bantu 30%. Nanti 50% kami menganjukan ke BPDP Sawit," tuturnya.

Ketua Dewan Pengawas BPDP Rusman Heriawan mengatakan, dalam melaksanakan program replanting diprioritaskan kepada petani swadaya yang secara finansial kurang baik.

"Umur tanaman juga sudah tua, mungkin ancamannya tidak bisa berproduksi lagi. Selama ini petani swadaya tidak menyimpan uang, mungkin dijual langsung habis sehingga diperlukan replanting dengan biaya yang cukup lumayan tapi mereka tidak siap," ujarnya.

Rusman melanjutkan, prioritas selanjutnya diberikan kepada petani plasma di mana lebih terorganisir dibandingkan swadaya. "Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama, status lahan harus ada aspek legal. Jangan sampai dana replanting yang kita berikan justru menyasar pada petani yang bermasalah. Kedua, tidak perorangan tapi dalam naungan koperasi," tutur dia.

Pihaknya berharap para perusahaan inti dalam ikut membantu petani plasma bukan hanya saja dalam dukungan material namun juga finansial serta bimbingan teknis. "Pengawalan bibit sangat penting pada saat awal replanting," imbuhnya.

Rusman menambahkan, operasional replanting harus mendapat rekomendasi dari kementerian teknis dalam hal ini Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan. "Memang nanti usulan nama-nama tersebut harus ke dinas perkebunan di Ditjen Perkebunan. BPDP hanya siapkan dana karena harus ada orang yang bertanggung jawab memverifikasi di lapangan," jelasnya.

BPDP Sawit berencana meremajakan kebun sawit seluas 22.000 ha tahun ini dengan mengalokasikan dana sekitar kurang lebih Rp550 miliar dari hasil pungutan ekspor CPO. Perhitungan setiap hektare kebun mendapat bantuan Rp25 juta.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komitmen YIDH Dukung...
Komitmen YIDH Dukung Pelaksanaan Peta Jalan Menuju Sawit Berkelanjutan di Aceh
Sejumlah Masalah yang...
Sejumlah Masalah yang Bikin Pengusaha Sawit dan Masyarakat Tidak Akur
Aspekpir Kolaborasi...
Aspekpir Kolaborasi Buat Film Dokumenter Desa Transmigrasi Sawit
Pengolahan yang Baik...
Pengolahan yang Baik Jadikan Limbah Cair Pabrik Sawit Bernilai Ekonomi Tinggi
Perkebunan Sawit Berkelanjutan...
Perkebunan Sawit Berkelanjutan Tumbuhkan Ekonomi Desa Terpencil
Wujudkan Perkebunan...
Wujudkan Perkebunan Berkelanjutan, SPKS Dorong Kemitraan Usaha dengan Petani
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
24 menit yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
36 menit yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
59 menit yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
1 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
1 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved