Rugikan Negara Rp31 Triliun, 20 Obligor BLBI Terus Diburu

Jum'at, 28 April 2017 - 16:02 WIB
Rugikan Negara Rp31...
Rugikan Negara Rp31 Triliun, 20 Obligor BLBI Terus Diburu
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus memburu 20 obligor yang menerima dana talangan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Para obligor tersebut telah merugikan negara sebesar Rp31 triliun dari total dana talangan BLBI sebesar Rp144,5 triliun.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Sonny Loho mengungkapkan, pihaknya akan terus menagih jumlah utang tersebut selama belum dilimpahkan ke penegak hukum. Setelah itu, aset tersebut akan dilelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Lelang Negara (KPKLN).

"Ada beberapa obligornya 20-an lebih. Itu yang masih kita urus (Rp31 triliun), yang mana dulu waktu dilimpahkan belum selesai. Dan itu diurusnya ada di Kemenkeu, ada yang kerja sama sama kejaksaan, kepolisian. Kalau yang sudah jelas dikasih ke ini, KPKLN, perusahaan piutang negara. Ditagih. Jadi dikejar terus‎," katanya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (28/4/2017).

‎Meski sejumlah obligor tersebut telah menerima Surat Keterangan Lunas (SKL), namun pihaknya akan tetap menagih sisa utang tersebut. Termasuk sisa utang dari pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim yang baru melunasi Rp1 triliun dari total utang Rp3,75 triliun.

"Kalau masih ada perkara hukum diberesi dulu. Kan kadang-kadang ada yang berpendapat mereka enggak ada utang lagi, tapi menurut kita ada. Ini masih diusahakan terus. Kayak Sjamsul Nursalim kan waktu ke Kemenkeu dianggap sudah enggak ada. Sudah ada SKL-nya," terang Sonny.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani: Hubungan...
Sri Mulyani: Hubungan Kemenkeu dan BI Esensi Penting Jaga Ekonomi RI
SKB Diteken, BI dan...
SKB Diteken, BI dan Kemenkeu Sepakat Berbagi Beban Utang
Satgas BLBI Sita Aset...
Satgas BLBI Sita Aset Tanah dan Bangunan Intercon Senilai Rp1 Triliun
Buka Pintu Titip Uang...
Buka Pintu Titip Uang Negara ke Bank Swasta dan Daerah, Sri Mulyani Godok Aturan
Sri Mulyani: Uang Khusus...
Sri Mulyani: Uang Khusus Rp75.000 Bukan Tambahan Likuiditas
Bank Indonesia Gandeng...
Bank Indonesia Gandeng Kemenkeu Kembangkan CBS
Berita Terkini
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
1 jam yang lalu
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
1 jam yang lalu
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
1 jam yang lalu
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
2 jam yang lalu
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved