Optimalkan Kenaikan Harga Batu Bara, ABM Investama Genjot Produksi

Kamis, 11 Mei 2017 - 13:36 WIB
Optimalkan Kenaikan...
Optimalkan Kenaikan Harga Batu Bara, ABM Investama Genjot Produksi
A A A
JAKARTA - PT ABM Investama Tbk (ABMM) terus menjaga momentum pertumbuhan bisnis dengan mengoptimalkan potensi pemulihan harga batu bara melalui peningkatan produksi dan meningkatkan efisiensi operasional. Strategi tersebut terbukti efektif dalam memperkuat kinerja perseroan selama tahun 2016 dan berlanjut hingga tahun ini.

Direktur Utama ABM Investama Andi Djajanegara mengatakan, pemulihan batu bara setelah mencapai titik terendah dalam 5 tahun, menjadi katalis utama peningkatan kinerja perseroan pada tahun lalu.

“Pemulihan harga batu bara dan strategi efisiensi yang telah kami lakukan sejak 2014 menjadi kunci dari perbaikan fundamental ABM di tahun 2016. Kami akan meningkatkan produksi batu bara, sehingga kenaikan permintaan di negara besar seperti Tiongkok dan India dapat dioptimalkan,” jelas Andi dalam keterangan resmi, di Jakarta, Rabu (11/5/2017).

Selama tahun 2016, total produksi batubara ABM mencapai 6,4 juta ton/tahun dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 9 juta ton/tahun di tahun 2017 yang akan dipasarkan ke Tiongkok, India dan juga domestik. Pada tahun 2016, ABM Investama mencatat pendapatan sebesar USD590,7 juta dengan EBITDA sebesar USD166,0 juta, atau meningkat sebesar 23,1% dibandingkan tahun 2015.

Pada periode tersebut, Perseroan berhasil meraih laba bersih sebesar USD12,6 juta, yang membaik dibandingkan tahun 2015, dimana ABM mencatat rugi bersih senilai USD38,1 juta. Sepanjang tahun 2016, ABM juga mampu melakukan refinancing utang dan memangkas kewajiban hingga mencapai USD110 juta.

Direktur Keuangan ABM Investama Adrian Erlangga menambahkan, selain meningkatkan kapasitas bisnis batu bara, fokus ABM di tahun 2017 adalah terus memperkuat balance sheet dengan memangkas utang serta meningkatkan utilisasi dan produktifitas aset.

Sesuai dengan strategi jangka panjang ABM untuk melakukan balance portofolio, perseroan juga terus memperkuat bisnis non batubara seperti di sektor ketenaga listrikan dan jasa logistik.

“Sektor logistik akan menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis ABM di masa depan. Populasi yang makin besar dan aktivitas ekonomi yang semakin dinamis memberikan peluang pertumbuhan yang sangat besar bagi jasa logistik di Indonesia,” papar Adrian.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
ABM Investama Perkuat...
ABM Investama Perkuat Pembangunan Berkelanjutan
Anak Usaha ABM Investama...
Anak Usaha ABM Investama Raih Kontrak Jasa Logistik dari Vale
Kementerian ESDM Beri...
Kementerian ESDM Beri Penghargaan ABM Investama Good Mining Practice
Praktikkan Kaidah Pertambangan...
Praktikkan Kaidah Pertambangan yang Baik, Grup ABM Raih Aditama
ABM Investama Kantongi...
ABM Investama Kantongi Kontrak Rp1,65 Triliun, Buat Apa?
Ekspor Batu Bara Diyakini...
Ekspor Batu Bara Diyakini Masih Akan Tumbuh Positif
Berita Terkini
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
10 menit yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
44 menit yang lalu
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
2 jam yang lalu
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
2 jam yang lalu
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
2 jam yang lalu
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
3 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved