Kontrak Berjangka Surat Utang Negara Telah Diluncurkan

Kamis, 11 Mei 2017 - 20:00 WIB
Kontrak Berjangka Surat...
Kontrak Berjangka Surat Utang Negara Telah Diluncurkan
A A A
JAKARTA - Tim Pengembangan Pasar Surat Utang (TPPSU) telah meluncurkan Kontrak Berjangka Surat Utang Negara (KBSUN) atau Indonesia Government Bond Futures, sebagai instrumen investasi baru di Pasar Modal Indonesia.

Tim yang membentuk KBSUN ini terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR – Kemenkeu), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI),

KBSUN dapat menjadi instrumen investasi tambahan yang bersifat lindung nilai bagi perbankan, reksa dana, investor institusional, dana pensiun, dan perusahaan asuransi yang berfungsi untuk menjaga risiko investasi Surat Utang Negara (SUN).

Pada implementasi tahap awal, aset dasar yang akan digunakan dalam produk investasi KBSUN ini adalah SUN dengan seri acuan (benchmark) 5 tahun dan SUN dengan seri acuan 10 tahun.

Saat ini nilai outstanding Surat Utang yang tercatat di BEI per 31 Maret 2017 mencapai Rp2.216 triliun, yang terdiri dari 85,33% Surat Berharga Negara dan 14,62% obligasi korporasi.

Seiring dengan berkembangnya pasar obligasi atau surat utang di Indonesia, perbankan, reksa dana, investor institusional, dana pensiun, dan perusahaan asuransi menanggung porsi besar dari risiko tingkat suku bunga atas investasi mereka di obligasi atau surat utang.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya berharap kontrak berjangka yang telah diluncurkan ini dapat menjadi sarana lindung nilai bagi investor yang ingin melindungi portofolio mereka di pasar surat utang dari kenaikan yield atau penurunan harga.

Menurutnya, peluncuran KBSUN dilakukan untuk menambah ragam produk investasi di pasar modal Indonesia dan meningkatkan likuiditas pasar surat utang.

"KBSUN memberikan kesempatan bagi investor untuk melakukan lindung nilai atau mengelola risiko inheren pada portofolio mereka. Manajer portofolio juga dapat memperoleh manfaat dari produk ini," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (11/5/2017).

Selain itu, lanjut dia, mereka dapat menggunakan KBSUN untuk menaikkan atau menurunkan total modified duration pada portofolio karena pergerakan paralel suku bunga akan memiliki dampak yang kecil terhadap nilai portofolio.

Peluncuran ini juga didukung oleh Anggota Bursa Derivatif yang telah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung perdagangan KBSUN.

Anggota Bursa yang berpartisipasi adalah Binaartha Sekuritas, Henan Putihrai Sekuritas, Nikko Sekuritas Indonesia, Pacific 2000 Sekuritas, RHB Sekuritas Indonesia, Trimegah Sekuritas Indonesia, Universal Broker Sekuritas Indonesia, dan Valbury Sekuritas Indonesia.

Peluncuran produk ini juga telah didukung dengan diterbitkannya aturan yang mengatur perdagangan, serta peraturan kliring dan penjaminannya yang telah disetujui oleh OJK.

Adapun terkait dengan perdagangan KBSUN, BEI dan KPEI akan menggunakan existing system, yaitu JATS Next-G Multimarket dan Sistem Kliring Derivatif (SKD) serta Standard Portfolio Analysis of Risk (SPAN) yang dapat melakukan proses kliring dan manajemen risiko secara realtime terhadap produk kontrak berjangka. Sementara informasi harga asset dasar disediakan melalui website PHEI (Indonesia Bonds Price Agency/IBPA).

"Ke depannya, KBSUN diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia sehingga dapat mendukung peningkatan nilai transaksi, jumlah investor, dan peningkatan daya tahan Pasar Modal Indonesia
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rebutan Utang di Pasar...
Rebutan Utang di Pasar Modal Tembus Rp80 Triliun
13 Perusahaan Siap Terbitkan...
13 Perusahaan Siap Terbitkan Surat Utang, Terbanyak Sektor Keuangan
Tumbuh 9,47%, Penerbitan...
Tumbuh 9,47%, Penerbitan Surat Utang BEI Nyaris Tembus Rp100 Triliun
Obligasi Sukuk Laris...
Obligasi Sukuk Laris Manis, Dana Surat Utang di BEI Tembus Rp117,8 Triliun
Risiko Gagal Bayar Surat...
Risiko Gagal Bayar Surat Utang Membayangi Perusahaan di 2022
Terpukul Pandemi Covid-19,...
Terpukul Pandemi Covid-19, Total Emisi Obligasi Anjlok
Berita Terkini
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
1 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
1 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
2 jam yang lalu
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
2 jam yang lalu
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
2 jam yang lalu
Fuad Bawazier Sebut...
Fuad Bawazier Sebut Pembiayaan Lewat SBN Berisiko Perbesar Beban Fiskal
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved