Akhir Pekan, Rupiah Semakin Perkasa Terhadap Dolar AS
Jum'at, 12 Mei 2017 - 17:39 WIB
Akhir Pekan, Rupiah Semakin Perkasa Terhadap Dolar AS
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di akhir pekan, Jumat (12/5/2017) semakin berotot. Rupiah di indeks Bloomberg ditutup di level Rp13.330, menguat 16 poin atau 0,12% dari penutupan sebelumbya di Rp13.346 per USD.
Pagi tadi, rupiah dibuka naik 11 poin atau 0,08% ke Rp13.335 per USD. Dan sepanjang Jumat ini, mata uang Garuda diperdagangkan di level Rp13.318-Rp13.348 per USD.
Data Yahoo Finance menunjukan rupiah pada penutupan perdagangan hari ini, menguat 10 poin atau 0,07% ke posisi Rp13.343 per USD, dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.353 per USD.
Awal perdagangan, mata uang NKRI dibuka perkasa 13 poin atau 0,09% ke posisi Rp13.340 per USD. Dan Jumat ini, rupiah diperdagangkan di level Rp13.315-Rp13.355 per USD.
Rupiah di data SINDOnews yang bersumber dari Limas, ditutup di posisi Rp13.355 per USD, dimana sebelumnya dibuka di level Rp13.337 per USD.
Hasil ini menunjukkan rupiah menguat di dua hari terakhir, memanfaatkan momen politik dalam negeri Amerika Serikat yang membebani USD. Melansir dari Reuters, masalah pemecatan tiba-tiba Direktur FBI James Comey oleh Presiden Donald Trump, telah menekan dolar.
Soal politik ini juga dikombinasikan dengan ketatnya pasar tenaga kerja, inflasi yang mebguat, dan kenaikan harga. Alhasil indeks USD yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, berakhir mendatar di 99,622 DXY. Meski demikian, dolar masih mengambil untung 1% sepanjang pekan ini.
Dolar pun melemah terhadap yen Jepang menjadi 113,72, setelah dua sesi terakhir berada di level 114. Adapun sterling Inggris stabil di USD1,2886 GBP, setelah sempat turun pada Kamis menjadi yang terendah dalam satu pekan, setelah Bank of England mempertahankan bahwa tingkat suku bunga tidak berubah.
Pagi tadi, rupiah dibuka naik 11 poin atau 0,08% ke Rp13.335 per USD. Dan sepanjang Jumat ini, mata uang Garuda diperdagangkan di level Rp13.318-Rp13.348 per USD.
Data Yahoo Finance menunjukan rupiah pada penutupan perdagangan hari ini, menguat 10 poin atau 0,07% ke posisi Rp13.343 per USD, dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.353 per USD.
Awal perdagangan, mata uang NKRI dibuka perkasa 13 poin atau 0,09% ke posisi Rp13.340 per USD. Dan Jumat ini, rupiah diperdagangkan di level Rp13.315-Rp13.355 per USD.
Rupiah di data SINDOnews yang bersumber dari Limas, ditutup di posisi Rp13.355 per USD, dimana sebelumnya dibuka di level Rp13.337 per USD.
Hasil ini menunjukkan rupiah menguat di dua hari terakhir, memanfaatkan momen politik dalam negeri Amerika Serikat yang membebani USD. Melansir dari Reuters, masalah pemecatan tiba-tiba Direktur FBI James Comey oleh Presiden Donald Trump, telah menekan dolar.
Soal politik ini juga dikombinasikan dengan ketatnya pasar tenaga kerja, inflasi yang mebguat, dan kenaikan harga. Alhasil indeks USD yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, berakhir mendatar di 99,622 DXY. Meski demikian, dolar masih mengambil untung 1% sepanjang pekan ini.
Dolar pun melemah terhadap yen Jepang menjadi 113,72, setelah dua sesi terakhir berada di level 114. Adapun sterling Inggris stabil di USD1,2886 GBP, setelah sempat turun pada Kamis menjadi yang terendah dalam satu pekan, setelah Bank of England mempertahankan bahwa tingkat suku bunga tidak berubah.
(ven)