Kemenperin Target Produk Alas Kaki RI Kuasai 10% Pasar Dunia

Minggu, 21 Mei 2017 - 16:27 WIB
Kemenperin Target Produk...
Kemenperin Target Produk Alas Kaki RI Kuasai 10% Pasar Dunia
A A A
JAKARTA - Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) E Ratna Utarianingrum mengatakan, pertumbuhan alas kaki didorong karena tren fashion yang cepat berkembang.

"Pada 2020, pangsa pasar alas kaki nasional ditargetkan sebesar 10% ke pasar dunia. Kami optimis bisa tercapai karena seiring dengan pertambahan penduduk, maka semakin tinggi kebutuhan sepatu," kata dia seperti dikutip dari situs resmi Kemenperin, Jakarta, Minggu (21/5/2017).

Ratna menuturkan, industri alas kaki nasional lebih banyak dihasilkan oleh industri besar dan menengah baik dari segi nilai maupun dalam jumlah produksi. Untuk sebaran industri kecil dan mikro alas kaki di seluruh Indonesia, sebanyak 82% berada di provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.

Konsentrasi sektor tersebut di wilayah Jawa Barat, meliputi Bogor, Bandung, dan Tasikmalaya. Sedangkan Jawa Timur berada di Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, dan Magetan.

Namun, untuk industri penyamakan kulit di dalam negeri, tantangan yang tengah dihadapi saat ini, di antaranya kekurangan bahan baku kulit mentah. Pasalnya, pasokan dari domestik baru memenuhi sekitar 36% dari total kapasitas industri penyamakan kulit.

"Itupun kualitas bahan bakunya masih perlu ditingkatkan lagi untuk proses produksi selanjutnya," ungkap Ratna.

Selain itu, prosedur karantina untuk kulit dan pembatasan asal negara impor kulit juga menjadi kendala lainnya. "Kemudian, tingginya ketergantungan impor bahan baku, bahan penolong dan aksesoris. Sehingga, kenaikan kurs dolar juga sangat berpengaruh terhadap struktur biaya produksi alas kaki," terangnya.

Untuk lebih meningkatkan daya saing industri alas kaki, produk kulit dan pakaian jadi dalam negeri, Kemenperin memberikan fasilitasi pendampingan dan restrukturisasi mesin kepada industri.

Selain itu, juga menyusun program pendidikan vokasi industri untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten. "Kami telah berkerja sama dengan perusahaan alas kaki dan garmen untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang dapat langsung terserap dunia industri," imbuh Ratna.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
Izin Operasional dan...
Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri Dipermudah Saat Pandemi Corona
Menperin Dukung Peningkatan...
Menperin Dukung Peningkatan Pendidikan Vokasi Industri
Gairahkan Industri Kecil...
Gairahkan Industri Kecil Menengah Lewat Diskon Pembelian Mesin dan Peralatan
Andalan Ekspor, Gairahkan...
Andalan Ekspor, Gairahkan Kembali IKM Perhiasan
Berita Terkini
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
28 menit yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
36 menit yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
41 menit yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
1 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
1 jam yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved