Freeport Bantah Soal Pesangon PHK Rp2 Miliar/Orang

Rabu, 24 Mei 2017 - 20:23 WIB
Freeport Bantah Soal...
Freeport Bantah Soal Pesangon PHK Rp2 Miliar/Orang
A A A
JAKARTA - PT Freeport Indonesia membantah pernyataan Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang menyatakan pekerja Freeport yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) mendapatkan pesangon hingga Rp2 miliar per orang.

Freeport mengatakan pihaknya tidak memberikan pesangon atau kompensasi kepada para pekerjanya yang terkena PHK.

Juru Bicara Freeport Riza Pratama mengaku tidak mengetahui soal kompensasi (golden shakehand) senilai Rp2 miliar yang disebut Menko Luhut tersebut. Apalagi, PHK tersebut dilakukan secara sukarela oleh karyawan.

"Saya tidak mengetahui soal golden shakehand. Kami menawarkan pemutusan hubungan kerja secara sukarela kepada karyawan yang dirumahkan," katanya saat dikonfirmasi SINDOnews di Jakarta, Rabu (24/5/2017).

Baca: Pekerja Freeport yang di PHK Dapat Pesangon Rp2 Miliar/Orang

Pada dasarnya, kata Riza, perseroan peduli terhadap kesejahteraan dan masa depan karyawan. Namun untuk program PHK secara sukarela, raksasa tambang yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) tersebut memang tidak memberikan pesangon. Termasuk 860 karyawan yang melakukan mogok kerja yang kemudian dipecat manajemen.

"Kami peduli terhadap welfare dan masa depan karyawan dan keluarganya. Tidak (86 karyawan tidak dapat pesangon).‎ Karena mengundurkan diri secara sukarela," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa saat ini terjadi PHK terhadap sejumlah karyawan PT Freeport Indonesia, sebagai dampak tidak beroperasinya kegiatan Freeport pasca adanya aturan pemerintah soal ekspor konsentrat. Namun menurutnya, pekerja Freeport yang dipecat mendapat pesangon hingga Rp2 miliar per orang.

Dia mengungkapkan, raksasa tambang asal AS tersebut telah menyiapkan kompensasi untuk pekerjanya yang terkena dampak pengurangan karyawan. Kompensasi tersebut berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

"Kalau mogok itu sebenarnya sebagian mau dikasih golden shakehand (kompensasi) dalam rangka mengurangi pegawainya. Kalau enggak salah satu orang itu Rp1 miliar sampai Rp2 miliar," katanya dalam acara Coffee Morning di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (23/5/2017).
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Pemerintah Akan...
Luhut: Pemerintah Akan Hentikan Model Investasi Seperti Freeport
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
43 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved