Kemenperin Pacu Sektor Industri Logam Dasar

Sabtu, 27 Mei 2017 - 02:08 WIB
Kemenperin Pacu Sektor...
Kemenperin Pacu Sektor Industri Logam Dasar
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat pertumbuhan Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) mengalami penurunan dari tahun 2015 yang sebesar 5,46% menjadi sebesar 3,87% di tahun 2016. Hal ini disebabkan rendahnya pertumbuhan industri logam dasar pada tahun 2016.

Pada 2016, industri logam tumbuh 1,94%, industri mesin tumbuh 2,85%, industri alat transportasi tumbuh 4,52%, dan industri elektronika tumbuh 8,49%. Pertumbuhan ILMATE tersebut memberikan kontribusi sebesar 4,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2016.

Dirjen ILMATE Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, pihaknya akan fokus mengembangkan industri logam dasar sebagai salah satu sektor prioritas melalui peningkatan investasi.

"Tahun 2015 sektor industri logam dasar mencapai 9%, tapi di 2016 hanya tumbuh 2% sehingga menarik pertumbuhan sektor ILMATE yang tadinya 5,46% di tahun 2015 menjadi 3,87% di tahun 2016," ujarnya di Jakarta, Jumat (26/5/2017).

Putu melanjutkan, pada 2016 terjadi perlambatan ekonomi dunia ditambah lagi over suplai baja. Oleh karena itu, di tahun 2017 pihaknya bersama asosiasi akan mengendalikan impor baja supaya tidak terjadi over suplai baja murah yang ditimbun di dalam negeri.

"Kami menargetkan pada tahun 2017 pertumbuhan ILMATE mencapai empat koma sekian persen dengan fokus pengembangan industri logam dasar," ungkapnya.

Putu menambahkan, sektor industri logam dasar menjadi prioritas untuk dikembangkan agar bisa mendorong kemandirian industri baja di dalam negeri.

"Pemurnian dan pengolahan biji nikel dan industri baja, dua sektor itu yang kita dorong karena potensinya nyata. Pertama, karena adanya pelarangan ekspor mineral, dan kedua, kebutuhan baja masih tinggi sekali untuk infrastruktur," jelasnya.

Putu menambahkan, industri prioritas berbasis mineral meliputi empat jenis logam yaitu besi baja, aluminium, tembaga dan nikel. "Hilirisasi mineral bijih besi, bauksit, tembaga dan nikel mempunyai dampak yang signifikan bagi perekonomian melalui investasi dan peningkatan nilai tambah," paparnya.

Selain itu, lanjut Putu, Kemenperin juga fokus melakukan pengembangan industri elektronika dan telematika pada penumbuhan dan pengembangan industri komponen, industri telekomunikasi atau telepon selular dan industri perangkat lunak.

Kemudian pengembangan industri permesinan dan alat mesin pertanian, yang fokus pada industri pembangkit energi, industri alat berat, industri barang modal, komponen, bahan penolong dan jasa industri, dan industri alat kesehatan.

Selanjutnya, pengembangan industri alat transportasi yang fokus pada kendaraan bermotor, industri kedirgantaraan, industri perkapalan dan industri kereta api.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
36 menit yang lalu
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
57 menit yang lalu
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
1 jam yang lalu
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
1 jam yang lalu
Investor RI Mulai Lirik...
Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn
2 jam yang lalu
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Penguasa Harta...
5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved