Rupiah Jatuh ke Rp13.320, Dolar Menguat Saat Korut Uji Rudal
Senin, 29 Mei 2017 - 17:17 WIB
Rupiah Jatuh ke Rp13.320, Dolar Menguat Saat Korut Uji Rudal
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sepanjang Senin (29/5/2017) berada di titik lesu. Rupiah di indeks Bloomberg berakhir ke level Rp13.320 per USD alias turun 26 poin atau 0,20% dari penutupan Jumat di Rp13.294 per USD.
Awal perdagangan, rupiah dibuka melemah 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.311 per USD. Dan sepanjang hari ini, mata uang NKRI diperdagangkan di kisaran Rp13.298-Rp13.324 per USD.
Hal sama juga tercatat di indeks Yahoo Finance, dimana rupiah pada Senin ini melemah 26 poin atau 0,19% ke Rp13.320 per USD, dibanding posisi penutupan Jumat di Rp13.294 per USD.
Pagi tadi, rupiah dibuka turun 14 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.308. Sepanjang Senin ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp13.292-Rp13.322 per USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada Senin ini pulang bearish 17 poin ke Rp13.320 per USD, dimana pada awal perdagangan dibuka melemah 9 poin ke level Rp13.303/USD.
Sementara itu, indeks dolar mulai memperlihatkan otot-ototnya, setelah perhatian investor beralih kepada kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga pada bulan depan. Investor pun mengabaikan uji coba rudal kesembilan Korea Utara pada Senin ini, yang mengarah ke Laut Jepang.
"Pasar sekarang mengabaikan uji coba rudal Korea Utara, kecuali ada beberapa eskalasi lebih besar dari situasi tersebut," kata Kumiko Ishikawa, analis pasar mata uang di Sony Financial Holdings di Tokyo.
Mengutip dari Reuters, Senin (29/5), indeks USD terhadap enam mata uang saingan utama, naik tipis 0,1% ke 97,502 DXY. Alhasil dolar naik tipis terhadap yen Jepang menjadi 111,37 yen.
Presiden Federal Reserve San Francisco John Williams di Singapura pada Senin ini mengatakan tren jangka menengah inflasi AS terjaga cukup baik. Perekonomian AS di era Donald Trump, kata dia, berada di jalur stabil dengan data pekerja yang meningkat dan kestabilan harga.
Produk Domestik Bruto AS tumbuh 1,2% pada kuartal I tahun ini. Hal ini membuat bank sentral AS The Fed ingin memastikan pasar tetap tenang dan secara bertahap akan menaikkan suku bunga.
Awal perdagangan, rupiah dibuka melemah 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.311 per USD. Dan sepanjang hari ini, mata uang NKRI diperdagangkan di kisaran Rp13.298-Rp13.324 per USD.
Hal sama juga tercatat di indeks Yahoo Finance, dimana rupiah pada Senin ini melemah 26 poin atau 0,19% ke Rp13.320 per USD, dibanding posisi penutupan Jumat di Rp13.294 per USD.
Pagi tadi, rupiah dibuka turun 14 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.308. Sepanjang Senin ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp13.292-Rp13.322 per USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada Senin ini pulang bearish 17 poin ke Rp13.320 per USD, dimana pada awal perdagangan dibuka melemah 9 poin ke level Rp13.303/USD.
Sementara itu, indeks dolar mulai memperlihatkan otot-ototnya, setelah perhatian investor beralih kepada kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga pada bulan depan. Investor pun mengabaikan uji coba rudal kesembilan Korea Utara pada Senin ini, yang mengarah ke Laut Jepang.
"Pasar sekarang mengabaikan uji coba rudal Korea Utara, kecuali ada beberapa eskalasi lebih besar dari situasi tersebut," kata Kumiko Ishikawa, analis pasar mata uang di Sony Financial Holdings di Tokyo.
Mengutip dari Reuters, Senin (29/5), indeks USD terhadap enam mata uang saingan utama, naik tipis 0,1% ke 97,502 DXY. Alhasil dolar naik tipis terhadap yen Jepang menjadi 111,37 yen.
Presiden Federal Reserve San Francisco John Williams di Singapura pada Senin ini mengatakan tren jangka menengah inflasi AS terjaga cukup baik. Perekonomian AS di era Donald Trump, kata dia, berada di jalur stabil dengan data pekerja yang meningkat dan kestabilan harga.
Produk Domestik Bruto AS tumbuh 1,2% pada kuartal I tahun ini. Hal ini membuat bank sentral AS The Fed ingin memastikan pasar tetap tenang dan secara bertahap akan menaikkan suku bunga.
(ven)