Isu Menantu Trump Buat Wall Street Melemah Usai Libur

Rabu, 31 Mei 2017 - 09:09 WIB
Isu Menantu Trump Buat...
Isu Menantu Trump Buat Wall Street Melemah Usai Libur
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa, setelah pada Senin kemarin libur Memorial Day. Investor sendiri sedang mencerna data ekonomi utama.

Melansir dari CNBC, Rabu (31/5/2017), indeks Dow Jones Industrial Average turun 50,81 poin atau 0,24% menjadi 21.029,47, dengan saham Goldman Sachs menurun tajam berbanding saham Verizon yang unggul.

Indeks S & P 500 tergelincir 2,91 poin atau 0,12% berakhir pada 2.412,91, dengan tujuh sektor energi berakhir lebih rendah, sementara saham telekomunikasi meraih keuntungan. Dan Nasdaq turun 7 poin atau 0,11% menjadi 6.203,19.

Kini para investor sedang mencerna data ekonomi, seperti pendapatan pribadi yang naik 0,4% di bulan April, sejalan dengan ekspektasi. Begitu pula indeks belanja konsumen meningkat 0,4%. Sedangkan indeks pengeluaran pengeluaran konsumsi pribadi, ukuran inflasi yang disukai Federal Reserve, naik 0,2%.

"Hal ini mendekati tingkat inflasi The Fed dan yang disukai mereka," kata Jeremy Klein, kepala strategi pasar di FBN Securities. Sementara itu, harga rumah Amerika Serikat naik 5,8% pada bulan Maret, menurut Indeks Harga Rumah S & P/Case-Shiller US National.

Data lain yang dirilis pada hari Selasa meliputi pembacaan kepercayaan konsumen untuk bulan Mei, yang masuk di 117,9, sedikit di bawah perkiraan konsensus 119. "Data ekonomi mendukung narasi soal latar belakang fundamental yang solid," kata Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities.

Dan sambung Hogan, yang dibutuhkan saat ini adalah kemajuan dalam agenda Trump. Pasca kembali dari perjalanan pertamanya ke luar negeri, Presiden AS Donald Trump terkena sejumlah isu dari lawan politiknya, soal kabar Jared Kushner, menantu laki-laki dan penasihat utamanya yang dituding melakukan "saluran komunikasi rahasia dan aman" antara Trump dengan Kremlin (Rusia).

Masalah politik dari kubu pihak yang kalah dalam pemilu lalu telah mengganggu pasar saham AS, meski data ekonomi pasa Selasa lalu mencatat hal positif.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
1 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
1 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
2 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
3 jam yang lalu
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
4 jam yang lalu
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
5 jam yang lalu
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved