Wall Street Menyusut di Tengah Kejatuhan Sektor Keuangan

Kamis, 01 Juni 2017 - 08:12 WIB
Wall Street Menyusut...
Wall Street Menyusut di Tengah Kejatuhan Sektor Keuangan
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat, Rabu (31/5) berakhir lebih rendah ketika sebagian besar saham sektor keuangan mengalami penurunan. JPMorgan dan Bank of America memberikan sinyal pelemahan pendapatan untuk kemudian bersikap defensif.

JPMorgan (JPM.N) menyalahkan volatilitas rendah untuk penurunan pendapatan 15% sepanjang awal kuartal dibandingkan dengan tahun lalu. Sedangkan Bank of America (BAC. N) memperkirakan pada kuartal kedua nanti masih akan berada dalam jalur negatif, sehingga akan lebih rendah 10 sampai 12% dibandingkan periode sebelumnya.

Sektor Keuangan SPSY memperoleh tambahan lebih dari 20% sejak pemilihan Presiden AS di tengah harapan kepada stimulus fiskal dan deregulasi di bawah Presiden Donald Trump. Tetapi dalam beberapa pekan terakhir harus berjuang, saat sektor ini turun 0,3%.

"Semua hal-hal yang Trump katakan bakal terjadi yakni menghabiskan dana besar dalam infrastruktur, reformasi pajak hingga deregulasi diyakini banyak orang belum akan terjadi. Itulah sebabnya Anda melihat banyak pergerakan terutama perbankan," ujar Kepala Ekuitas BMO Global Asset Management Ernesto Ramos di Chicago.

Tercatat saham JPMorgan (JPM.N) kehilangan 2,1% sedangkan Bank of America (BAC.N) mengalami penurunan 1,9% untuk menjadi beban terbesar kedua di indeks S & P 500. Selain itu saham Goldman Sachs (GS.N) juga turun 3,3% untuk menjadi hambatan terbesar bagi Dow Jones.

Saham energi SPNY tidak ketinggalan turut mengalami tekanan sebesar 0,4% setelah kehilangan pondasi. Harga minyak menyentuh level terendah dalam tiga pekan, saat peningkatan produksi dari Nigeria dan Libya memicu kekhawatiran bahwa upaya OPEC memangkas produksi tidak akan terlalu berpengaruh.

Dow Jones Industrial Average (DJI) jatuh 20,82 poin atau 0,1% menjadi 21.008,65 saat indeks S & P 500 kehilangan 1,1 poin yang setara dengan 0,05% ke level 2.411,81. Sementara komposit Nasdaq menyusut 4,67 poin atau 0,08% ke level 6.198,52.

Beberapa saham lain yang jatih cukup dalam di antaranya Michael Kors (KORS. N) merosot 8,5% menjadi USD33,18, ketika Mallinckrodt (MNK.N) ditutup turun 1,2% di level USD43,13. Sekitar 7,85 miliar saham diperdagangkan untuk berada di atas rata-rata harian 6,72 miliar dalam 20 sesi perdagangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
28 menit yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
47 menit yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
1 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
2 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
3 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved