Wall Street Tergelincir Jelang Pemilu Inggris dan Testimoni Comey

Rabu, 07 Juni 2017 - 07:47 WIB
Wall Street Tergelincir...
Wall Street Tergelincir Jelang Pemilu Inggris dan Testimoni Comey
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin berakhir tergelincir karena para pelaku pasar menghindari aset berisiko menjelang berita politik dan ekonomi yang diperkirakan akan terjadi pada Kamis besok.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (7/6/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 47,81 poin atau 0,23% menjadi 21.136,23, Indeks S & P 500 kehilangan 6,77 poin atau 0,28% menjadi 2.429,33 dan Nasdaq Composite turun 20,63 poin atau 0,33% menjadi 6.275,06.

Di Inggris akan dilakukan pemilihan umum untuk memetakan jalan keluarnya dari Uni Eropa, kemudian juga akan ada pertemuan kebijakan oleh Bank Sentral Eropa (ECB), dan kesaksian mantan direktur FBI James Comey di depan panel senat yang bisa memengaruhi sentimen investor.

Comey sedang menyelidiki apakah kampanye kepresidenan Donald Trump dan Rusia berkolusi untuk memengaruhi pemilihan AS pada tahun lalu saat dipecat oleh Trump pada Mei. Kesaksiannya bisa meredam momentum yang sudah memotori agenda Presiden AS untuk menggulirkan peraturan dan merombak soal aturan pajak.

Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Theresa May dapat meningkatkan mayoritas parlemennya, sebuah jajak pendapat menunjukkan pada Selasa. Investor juga akan waspada terhadap pertemuan Bank Sentral Eropa, di mana pembuat kebijakan diharapkan untuk mengambil pandangan ekonomi yang lebih ramah.

"Kami punya banyak agenda pada hari Kamis. Jika Anda mencari hari di mana kita bisa melihat volatilitas yang telah lama ditunggu, saya akan mengatakan bahwa itu mungkin akan terjadi pada Kamis dan Jumat. Anda harus memposisikan diri Anda pada apa pun yang bisa terjadi pada hari Kamis," kata Anthony Conroy, presiden pialang Abel Noser di New York.

Saham Amazon (AMZN.O) yang 0,8% dan saham Walmart (WMT.N) turun 1,% menjadi USD78,93 menjadi beban terberat bagi Indeks S&P setelah Amazon mengatakan akan menawarkan layanan berlangganan perdana dengan harga diskon kepada pelanggan AS pada bantuan pemerintah dengan tujuan membidik sebagian pelanggan Walmart. Selain itu, saham Macy's (M.N) turun 8,2% menjadi USD21,90 setelah memperingatkan marjinnya bisa menyusut lebih jauh.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved