Sri Mulyani Ajukan Pagu Anggaran Kemenkeu Rp45,7 Triliun

Rabu, 14 Juni 2017 - 15:22 WIB
Sri Mulyani Ajukan Pagu...
Sri Mulyani Ajukan Pagu Anggaran Kemenkeu Rp45,7 Triliun
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan pagu indikatif anggaran sebesar Rp45,7 triliun pada 2018 atau meningkat 11% dibandingkan pagu tahun lalu sebesar Rp40,8 triliun. Hal ini disampaikan saat rapat kerja antara pemerintah dan Komisi XI DPR RI yang membahas pagu indikatif Kemenkeu dan Bappenas dalam RAPBN 2018.

"Ini dialokasikan untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebgaai keuangan negara. Selain itu juga untuk pelaksanaan penganggaran pajak, bea dan cukai, pengelolaan biaya dan risiko, dan lainnya," terang Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Dia juga menerangkan ada beberapa program prioritas di Kemenkeu pada tahun depan, yakni program preventif dan promotif gerakan masyarakat hidup sehat, ekspor barang dan jasa, energi baru terbarukan dan konservasi energi. "Selamjutnya yakni program penanggulangan kemiskinan dan bansos tepat sasaran, pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan wilayah, politik hukum, pertahanan, dan keamanan, serta reformasi birokrasi," ujar dia.

Menurutnya, pagu indikatif 2018 sebesar Rp45,7 triliun tersebut berdasarkan masing-masing fungsi dan program. Untuk fungsi pelayanan umum sebesar Rp43,7 triliun dan fungsi pendidikan sebesar Rp1,9 triliun. "Pagu ini, diusulkan berdasarkan sumber dana, rupiah murni Rp32,7 triliun, BLU (Badan Layanan Umum) Rp12,9 triliun, BHLN (Badan Hubungan Luar Negeri) Rp35,9 miliar. Kami mohon parlemen bisa pertimbangkan dan setujui pagu indikatif," jelasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi total belanja pegawai Kementerian Keuangan hingga 13 Juni 2017 baru 41,58% di mana tertinggi berada di Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) sebesar 49,73% dan terendah ada di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) adalah 34,18%.

Sementara untuk total belanja barang yang dianggarkan Rp21,9 triliun, tertinggi di Ditjen Pajak yakni 34,05% dan terendah di DJPK sebesar 16,04%. Adapun realisasi belanja modal yang dianggarkan sebesar Rp1,19 triluun, hingga saat ini baru mencapai Rp101 miliar atau hanya 8,77%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggaran Kemenkeu 2021...
Anggaran Kemenkeu 2021 Disetujui DPR Rp42,36 Triliun
Sri Mulyani Ungkap Anggaran...
Sri Mulyani Ungkap Anggaran Ini Sering Jadi Temuan BPK
Ini Kerangka Rancangan...
Ini Kerangka Rancangan APBN 2021
DPR Setujui Anggaran...
DPR Setujui Anggaran untuk Sri Mulyani Sebesar Rp43,19 Triliun
Sah, Laporan Pertanggungjawaban...
Sah, Laporan Pertanggungjawaban APBN 2019 Disetujui Banggar DPR
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
1 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
1 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
2 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
3 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved