IHSG Diproyeksi Bakal Menguat Terbatas

Kamis, 15 Juni 2017 - 08:37 WIB
IHSG Diproyeksi Bakal...
IHSG Diproyeksi Bakal Menguat Terbatas
A A A
JAKARTA - Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini menguat terbatas ke level resistence di area 5.821 dan 5.850.

Menurutnya, meski asing masih mencatatkan nett sell namun, laju IHSG masih mampu bertahan melanjutkan penguatannya. Bahkan, penguatan kali ini lebih banyak ditopang oleh transaksi lokal di mana banyak memburu saham-saham berkapitalisasi pasar besar.

"Tidak seperti biasanya dimana kali ini pelaku pasar tampaknya lebih tenang bersikap jelang pertemuan The Fed yang biasanya di perdagangan sebelumnya diwarnai dengan adanya aksi jual," kata dia di Jakarta, kamis (15/6/2017).

Kali ini, lanjut dia, aksi beli lebih mendominasi sehingga dapat mempertahankan IHSG di zona hijaunya. Sikap pelaku pasar global yang juga lebih optimis terhadap hasil pertemuan The Fed yang diikuti dengan kembali menguatnya laju rupiah turut memberikan sentimen positif. Asing mencatatkan nett sell Rp 233,81 miliar dari sebelumnya nett sell Rp168,66 miliar.

IHSG kemarin ditutup melonjak 1,49% di level 5.792,897. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 5.736,245 dan 5.679,593. Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 5.821,223 dan 5.849,549.

Berdasarkan indikator, MACD masih membentuk pola dead cross di area positif, sementara Stochastic dan RSI berada di area netral. Adapun terdapat pola three advancing soldiers candlestick pattern yang mengindikasikan adanya kemungkinan potensi bullish continuation lanjutan pada pergerakan indeks.

"Dengan demikian, IHSG akan menguat terbatas ke level resistance di area 5.821 dan 5.850," kata Reza.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Covid Naik Bikin IHSG...
Covid Naik Bikin IHSG Tercekik, Analis: Tak Akan Separah 2020
Tren Jangka Pendek IHSG...
Tren Jangka Pendek IHSG Aman Jika Tak Sentuh Level 5.972
Dipicu Lonjakan Kasus...
Dipicu Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Berpeluang Terkonsolidasi
IHSG Rebound Usai Anjlok...
IHSG Rebound Usai Anjlok 6, Kepercayaan Investor Kembali
IHSG Berbalik Melemah...
IHSG Berbalik Melemah Pagi Ini Usai Kehilangan 3,41 Poin
Ditutup di Zona Hijau,...
Ditutup di Zona Hijau, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000
Berita Terkini
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
30 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
40 menit yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
42 menit yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
1 jam yang lalu
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved