Sri Mulyani Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 15 Juni 2017 - 14:33 WIB
Sri Mulyani Antisipasi...
Sri Mulyani Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) yang menaikkan tingkat suku bunga acuan tidak akan terlalu berdampak terhadap ekonomi Indonesia. Pasalnya, kenaikan tersebut sudah diantisipasi pasar sejak lama.

(Baca: Suku Bunga AS Tertinggi sejak 2008 )

Dia mengungkapkan, baik pemerintah maupun Bank Indonesia (BI) sudah menyampaikan dalam berbagai kesempatan bahwa faktor perkembangan kebijakan moneter global terutama The Fed semalam menaikkan tingkat suku bunganya sebesar 25 basis poins (bps) dari 0,65% menjadi 1-1,25% sudah diantisipasi.

"Kalau kita selama ini Indonesia baik Bank Indonesia, pemerintah sudah menyampaikan di dalam berbagai pernyataan bahwa faktor dari perkembangan kebijakan moneter dari global terutama Federal Reserve itu sudah dianggap sesuatu yang kita anticipate. Sehingga memang kita akan terus melihat Fed atau langkahnya, arahnya dan kecepatan nya," tutur dia di Energy Building, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Sehingga, diharapkan dampak dari kenaikan tersebut juga sudah diantisipasi pemerintah, BI, maupun pengusaha. Menurutnya, yang perlu dilihat selanjutnya adalah pola kenaikan suku bunga tersebut akan tetap sama atau berubah.

"Tentu yang perlu kita lihat, apakah rekomendasi selanjutnya dari sisi perkembangan ekonomi Amerika. Sehingga, pola kenaikan itu akan tetap sama atau mereka akan lebih slowing atau lebih acselerating. Itu untuk kita antisipasi. Tapi kenaikan yang sekarang sudah antisipasi," kata Sri.

Diberitakan sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25% menjadi 1-1,25%. Keputusan ini diambil setelah menggelar pertemuan dua hari sejak kemarin, untuk menjadi kenaikan kedua tahun ini.

Bank Sentral memilih untuk meningkatkan suku bunga 1-1,25% dan menjadi yang tertinggi sejak tahun 2008, silam ketika pembuat kebijakan mendorong pinjaman dan pengeluaran setelah krisis keuangan. Pihak bank juga mengatakan bakal memangkas kepemilikan obligasi dan skuritas lainnya tahun ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dampak Kebijakan The...
Dampak Kebijakan The Fed, Banyak Negara Berkembang Kesulitan
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Sri Mulyani Guyur Rp5...
Sri Mulyani Guyur Rp5 Triliun untuk Jamin Kredit UMKM
Sri Mulyani Berencana...
Sri Mulyani Berencana Beri Bantuan Usaha ke Pedagang Bakso
Sri Mulyani Izinkan...
Sri Mulyani Izinkan Pegawainya Dinas Luar Kota dengan Syarat
Sri Mulyani Tunda Terbitkan...
Sri Mulyani Tunda Terbitkan Pandemic Bonds
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
17 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
46 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Infografis
Alasan Ramalan dalam...
Alasan Ramalan dalam Serial The Simpsons Selalu Jadi Kenyataan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved