Credit Suisse: Kepercayaan Konsumen RI Kalahkan China

Selasa, 20 Juni 2017 - 14:47 WIB
Credit Suisse: Kepercayaan...
Credit Suisse: Kepercayaan Konsumen RI Kalahkan China
A A A
JAKARTA - Credit Suisse kembali mengeluarkan Emerging Consumer Survey ketujuh. Dalam survey tersebut, menemukan fakta bahwa Indonesia bergerak menuju posisi kedua dalam kartu skor Kepercayaan Konsumen Credit Suisse dan melewati China.

Adanya kenaikan peringkat ini membuktikan kepercayaan konsumen di sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia, telah meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hal iuni seiring prospek ekonomi global yang lebih cerah, meningkatnya pasar modal domestik dan menurunnya tekanan di negara-negara yang sensitif terhadap harga komoditas.

"Kami yakin bahwa pertumbuhan konsumsi Indonesia telah siap untuk menanjak kembali setelah bertahan stagnan selama hampir enam kuartal terakhir," ujar Head of Research for Indonesia di Credit Suisse Jahanzeb Nasser dalam rilisnya, Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Dia menjelaskan penyebab dari perbaikan yang lemah pada konsumsi di Indonesia adalah belanja pemerintah yang negatif sepanjang tiga kuartal terakhir dan peningkatan tagihan utilitas bagi konsumen segmen bawah.

"Namun, dengan meningkatnya pendapatan negara akhir-akhir ini dan peningkatan tajam pada pendapatan bukan pajak, yang didorong oleh penguatan harga batu bara dan minyak bumi, kami yakin kemampuan dan kemauan pemerintah untuk berbelanja akan meningkat di semester kedua 2017," terangnya.

Selain itu, riset menemukan pola baru dalam pembelian barang-barang konsumsi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Saat ini masyarakat telah fokus pada gaya hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

"Hampir 70% konsumen di Indonesia memilih mengkonsumsi makanan rendah gula dan makanan sehat. Indonesia menempati peringkat ketiga di antara kedelapan negara dalam survei ini," jelas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akuisisi Credit Suisse...
Akuisisi Credit Suisse Jadi Sentimen Positif buat Wall Street
BEI Cabut Izin Credit...
BEI Cabut Izin Credit Suisse Sekuritas, Apa Sebabnya?
Robert Kiyosaki Ramalkan...
Robert Kiyosaki Ramalkan Swiss Credit Suisse Akan Ikuti Jejak Kejatuhan 3 Bank AS
Wall Street Dibuka Melemah,...
Wall Street Dibuka Melemah, Credit Suisse Perkeruh Sentimen Perbankan
Harga Minyak Naik Didorong...
Harga Minyak Naik Didorong Kesepakatan UBS Akuisisi Credit Suisse
Skandal Pencucian Uang,...
Skandal Pencucian Uang, Singapura Bakal Inspeksi Credit Suisse Cs
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
4 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
4 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
4 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
5 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
5 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
5 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved