Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh Lambat

Rabu, 05 Juli 2017 - 14:23 WIB
Penyaluran Kredit Perbankan...
Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh Lambat
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit yang disalurkan pada bulan Mei 2017 menjadi Rp4.453 triliun atau 8,6% lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 9,4%. Berdasarkan jenis penggunaan, perlambatan pertumbuhan kredit perbankan terjadi pada Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI).

"Kredit modal kerja tercatat sebesar Rp2.050 triliun atau naik 8,5% lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 10%," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara, Rabu (5/7/2017).

Sedangkan kredit investasi mengalami perlambatan pertumbuhan dari 8% pada April 2017 menjadi 7,9%. Tirta melanjutkan, pertumbuhan KMK melambat terutama disebabkan oleh sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang masing-masing tumbuh melambat dari 29,2% dan 9,8% menjadi sebesar 28,9% dan 6,6%.

"Sejalan dengan itu, perlambatan pertumbuhan KI terutama terjadi pada sektor perdagangan, hotel dan restoran yang masing-masing tumbuh melambat dari 5,7% dan 9,3% menjadi 4,7% dan 8,2% pada bulan Mei 2017," paparnya.

(Baca Juga: Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh 9,3% )

Menurutnya, kondisi yang sama juga terjadi pada kredit yang disalurkan pada sektor properti yang tumbuh melambat pada Mei 2017. Posisi kredit properti tercatat sebesar Rp730,2 triliun atau naik 13,7% lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 14,3%. "Perlambatan pertumbuhan tersebut bersumber dari kredit yang disalurkan melalui KPR dan KPA, kredit konstruksi dan real estate," ujar Tirta.

KPR dan KPA tumbuh sebesar 7,7% lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 7,8%. Lebih lanjut dia menuturkan, kredit konstruksi tumbuh melambat 25,2% menjadi 24,1% pada Mei 2017. Adapun kredit real estate melambat menjadi sebesar 15,9% lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tumbuh 17,7%.

Meskipun kredit perbankan melambat, sambung dia, keadaan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas tumbuh. "Hal tersebut lantaran meningkatnya Aktiva Luar Negeri Bersih dan ekspansi operasi keuangan Pemerintah Pusat, yang mana aktiva LN Bersih mencapai Rp1.447 triliun atau tumbuh 24,4% (yoy)," jelas dia.

Peningkatan aktiva LN terutama disebabkan oleh peningkatan simpanan berjangka berdenominasi valas milik nonresiden. Dengan begitu, posisi uang beredar dalam arti luas pada Mei 2017 sebesar Rp5.126,2 triliun atau tumbuh 11,1%, lebih tinggi dibanding dengan April 2017 dari 10,2%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Sudah Totalitas,...
BI Sudah Totalitas, Tapi Bunga Kredit Bank Merayap Pelan
BI Ungkap Perusahaan...
BI Ungkap Perusahaan Terus Tingkatkan Utangnya ke Bank
Penyaluran Kredit Perbankan...
Penyaluran Kredit Perbankan Bulan April 2020 Melambat 4,9%
Penurunan Bunga Kredit...
Penurunan Bunga Kredit Bank Lamban, BI Bersiap Lakukan Ini
Penyaluran Kredit Perbankan...
Penyaluran Kredit Perbankan Bulan Maret Meningkat 7,2%
Intermediasi Perbankan...
Intermediasi Perbankan Mulai Pulih, KPR dam Kredit UMKM Memimpin
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
12 menit yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
1 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
2 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
3 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
3 jam yang lalu
Infografis
Misteri Batu Hidup yang...
Misteri Batu Hidup yang Tumbuh dan Bergerak Belum Terpecahkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved