Kredit Tumbuh 9%, Ekonomi Indonesia Sulit Tembus 5,3%

Kamis, 06 Juli 2017 - 02:19 WIB
Kredit Tumbuh 9%, Ekonomi...
Kredit Tumbuh 9%, Ekonomi Indonesia Sulit Tembus 5,3%
A A A
JAKARTA - Ekonom Indef Eko Listyanto menilai perlambatan pertumbuhan kredit yang disalurkan pada Mei 2017 didorong oleh berkurangnya permintaan akibat daya beli masyarakat yang masih tertekan.

Sekitar 60% kredit di bank berasal dari dunia usaha. Seiring masih lesunya penjualan maka penarikan/permintaan kredit oleh dunia usaha ke perbankan juga ikut melambat.

(Baca: Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh Lambat )

"Sepertinya tidak akan on the track seperti target BI, kemungkinan kredit masih tumbuh di tingkat single digit, sekitar 9%," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Hal ini dikarenakan, daya beli yang melemah akan membuat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) turun, implikasinya laju kredit ikut turun. "Kalau bisa sekitar 9% (batas bawah target OJK) sudah cukup bagus, tapi jika hanya 9% maka tidak cukup untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,3%," katanya.

Sementara, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad menilai, meskipun pertumbuhan kredit lebih lambat dibandingkan April 2017, OJK melihat pertumbuhan kredit hingga Mei 2017 masih sejalan dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) yang menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini di 9%-12% (yoy).

"Secara umum, pertumbuhan kredit on the track. Artinya beberapa target pertumbuhan on track tercapai," ujar Muliaman.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit yang disalurkan pada Mei 2017 menjadi Rp4.453 triliun atau naik 8,6%, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh 9,4%.

Berdasarkan jenis penggunaan, perlambatan pertumbuhan kredit perbankan terjadi pada Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI).

"Kredit modal kerja tercatat sebesar Rp2.050 triliun atau naik 8,5% lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh 10%," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara.
Sementara, kredit investasi mengalami perlambatan pertumbuhan dari 8% pada April 2017 menjadi 7,9%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dorong Kinerja Ekonomi...
Dorong Kinerja Ekonomi 2022, BNI Dukung Ekspansi Kredit
Awas Kredit Macet di...
Awas Kredit Macet di Tengah Terbatasnya Aktivitas Ekonomi Imbas Pandemi
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Ternyata, Bunga Kartu...
Ternyata, Bunga Kartu Kredit RI Tertinggi di Dunia
Kredit UMKM BRI Dorong...
Kredit UMKM BRI Dorong Pemulihan Ekonomi
Penyaluran Kredit Bank...
Penyaluran Kredit Bank BUMN Topang Pertumbuhan Ekonomi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved