Wall Street Turun Tajam Terimbas Data Ketenagakerjaan

Jum'at, 07 Juli 2017 - 08:30 WIB
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Terimbas Data Ketenagakerjaan
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat ditutup turun tajam setelah data mengecewakan pasar tenaga kerja. Ditambah kemungkinan hawkish Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) saat ketegangan di semenanjung korea memberikan tekanan tambahan.

Laporan kerja ADP nasional menunjukkan pekerjaan pada bulan Juni bertambah 158.000 atau di bawah perkiraan sebelumnya sebesar 185.000. Selain itu data pengangguran terus mendaki ke level 248.000 pada minggu ketiga.

Sementara data pasar tenaga kerja masih menunjukkan pengetatan, laporan payrolls nonfarm laporan bulanan diperkirakan membaik, yang meliputi pekerjaan publik dan sektor swasta. Hasil pertemuan The Fed di bulan Juni masih membagi outlook inflasi yang mungkin mempengaruhi kecepatan peningkatan suku bunga.

Ketegangan Geopolitik juga dipertimbangkan bakal menjadi sentimen, ketika Presiden AS Donald Trump bersumpah akan menghadapi Korea Utara setelah belum lama ini melakukan uji coba rudal balistik. AS juga mendesak negara-negara lain untuk melawan Pyongyang serta menekankan akan ada konsekuensi bagi program senjata.

Tercatat Dow Jones Industrial Average jatuh 158,13 poin atau setara dengan 0,74% ke level 21.320,04 dan S & P 500 kehilangan 22,79 poin atau 0,94% menjadi 2.409,75. Sedangkan komposit Nasdaq jatuh mencapai sebesar 61,39 poin atau 1% ke posisi 6.089,46.

Penurunan tersebut ditandai persentase terbesar kejatuhan S & P 500 sejak 17 Mei. Beberapa saham yang menyusut di antaranya Tesla (TSLA. O) yang turun 5,56% setelah produsen mobil mewah itu tidak mendapatkan nilai terbaik terkait keselamatan oleh Institut Asuransi keselamatan jalan Raya.

General Electric (GE. N) kehilangan 3,80% untuk jadi yang terburuk di Dow setelah Komisi Eropa menuduh perusahaan memberikan informasi menyesatkan selama kesepakatan merger. Sekitar 6,66 miliar saham diperdagangkan pada bursa saham AS kemarin waktu setempat, atau masih di bawah jika dibandingkan dengan rata-rata harian 7,18 miliar dalam 20 sesi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
1 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
1 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
2 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
2 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
2 jam yang lalu
Infografis
Jadi Jantung Ekonomi...
Jadi Jantung Ekonomi RI, Jumlah Kelas Menengah Turun Drastis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved