Utang Pemerintah Bengkak hingga Rp3.672 Triliun Dinilai Berbahaya

Rabu, 12 Juli 2017 - 13:32 WIB
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak hingga Rp3.672 Triliun Dinilai Berbahaya
A A A
JAKARTA - Membengkaknya utang pemerintah Indonesia yang menembus Rp3.672,33 triliun hingga Mei 2017 menurut Institute Development of Economics and Finance (Indef) menjadi lampu kuning dan cukup berbahaya. Dibandingkan Maret 2017, utang pemerintah mengalami kenaikan sebesar Rp16,37 triliun.

(Baca Juga: Total Utang Pemerintah Naik Lagi Jadi Rp3.667 Triliun )

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengungkapkan, pengelolaan utang pemerintah saat ini sudah lampu kuning. Apalagi, membengkaknya utang pemerintah tidak diimbangi dengan penerimaan negara yang meningkat.

"Saya pikir sudah lampu kuning soal pengelolaan utang Pemerintah. Ini cukup berbahaya. Kalau utang naik, sementara penerimaan negara justru turun yang terjadi adalah ability to pay alias kemampuan bayar pemerintah menjadi lebih rendah," katanya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (12/7/2017).

(Baca Juga: Luhut Santai Utang Pemerintah Tembus Rp3.672 Triliun )

Tahun ini saja, kata dia, bunga utang yang harus dibayar pemerintah mencapai Rp200 triliun. Sementara pada 2018 hingga 2019, utang jatuh tempo pemerintah mencapai Rp810 triliun. "Darimana pemerintah bisa menutup utang sebesar itu?" imbuh dia.

Menurutnya, salah satu hal yang dapat dilakukan pemerintah untuk menutup utang-utang tersebut adalah dengan meningkatkan industrialisasi. Pasalnya, jika industri naik maka ekspor dan penerimaan negara juga ikut naik. Sayangnya, yang terjadi saat ini adalah pertumbuhan industri justru menurun. Bhima menilai, 15 paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah juga tidak mampu menumbuhkan industri di Tanah Air.

"Kuncinya ada di industrialisasi. Kalau industri tumbuh, ekspor naik, penerimaan negara juga naik. Jadi kemampuan bayar cicilan lebih baik. Itu yang tidak terjadi sekarang, padahal 15 paket kebijakan sudah keluar. Sekarang industri tekstil, makanan minuman turun," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang Negara Meningkat...
Utang Negara Meningkat Selama Pandemi
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
10 Negara Tanpa Utang...
10 Negara Tanpa Utang Publik, Salah Satunya dalam Kondisi Berperang
Prabowo Teken PP Hapus...
Prabowo Teken PP Hapus Utang Macet UMKM, Petani, hingga Nelayan, Catat Syaratnya
Apa yang Terjadi Jika...
Apa yang Terjadi Jika Negara Bangkrut? Serem Nih...
Utang Negara Rp6.570,17...
Utang Negara Rp6.570,17 Triliun Bisa Dibayar Lewat Pajak, Ekonom: Terlalu Sederhana
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
3 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
3 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
3 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
4 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
4 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved