Terlalu Agresif, MDRN Sebut Penyebab 7-Eleven Bangkrut

Jum'at, 14 Juli 2017 - 14:31 WIB
Terlalu Agresif, MDRN...
Terlalu Agresif, MDRN Sebut Penyebab 7-Eleven Bangkrut
A A A
JAKARTA - PT Modern Internasional Tbk (MDRN) menyadari bahwa kejatuhan bisnis 7-Eleven (Sevel) yang telah berdiri sejak tahun 2009 di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Untuk saat ini penghentian operasional gerai 7-Eleven merupakan pilihan terbaik, lantaran terus mengalami kerugian yang signifikan yang menggerus modal kerja.

(Baca Juga: Seluruh Gerai Tutup, Sevel Janji Penuhi Ribuan Hak Karyawan )

Selain itu, manajemen menyadari bahwa keputusan penutupan seluruh gerai Sevel di seluruh Indonesia merupakan salah satu risiko bisnis yang harus dihadapi. Di samping itu, perusahaan juga mendapatkan pembelajaran bahwa ekspansi gerai 7-Eleven dilakukan terlalu cepat awalnya.

"Seperti penjelasan kami, jika dilihat periode 2009-2010 performa baik. Saat itu, manajemen melakukan investasi pembukaan toko cepat dan agresif," ujar Direktur Modern Internasional Donny Sutanto di Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Terlalu agresifnya 7-Eleven, terang dia dimana sebagian besar kebutuhan ekspansi tersebut dibiayai oleh pinjaman, kewajiban pembayaran bunga, dan pokok pinjaman yang signifikan. Ini dinilai mengganggu modal kerja yang dapat digunakan untuk operasi bisnis 7-Eleven.

Ditambah lagi, dengan daya beli masyarakat yang melemah sejak 2015 dan terus berkelanjutan pada 2016 dan awal 2017. Selain itu, pertumbuhan bisnis retail yang melambat juga menjadi salah satu kendala dalam pengembangan bisnis 7-Eleven di Tanah Air.

"Kami bangun infrastruktur yang makan modal seperti pabrik fresh food, kapasitas suplai bisa ke 400-500. Tentu saja itu perlu modal besar. Kami sadari bahwa kami terlalu agresif, kami tak salahkan pemerintah, ini satu keputusan bisnis yang punya risiko," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hunian di Sentul Bogor...
Hunian di Sentul Bogor Ini Tarik Minat Masyarakat
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Jawaban Bagi Pencari...
Jawaban Bagi Pencari Hunian Ramah Lingkungan Hadir di Serpong
Hadirkan Hunian Terbaru,...
Hadirkan Hunian Terbaru, Fasilitas Summarecon Crown Gading Makin Lengkap
LPKR Gabungkan Hunian...
LPKR Gabungkan Hunian dengan Tempat Bekerja untuk Milenial
Hunian Hijau di Lingkungan...
Hunian Hijau di Lingkungan Kelas Dunia untuk Keluarga Modern
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
36 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
54 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved