Utang Membengkak di Pengujung Kekuasaan Jokowi

Minggu, 16 Juli 2017 - 07:00 WIB
Utang Membengkak di...
Utang Membengkak di Pengujung Kekuasaan Jokowi
A A A
JOKOWI memang belum genap tiga tahun berkuasa. Namun, meski masih terbilang singkat, utang yang ditarik pemerintahan Jokowi luar biasa besar. Bayangkan saja, sampai April kemarin ketika usia pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menginjak dua setengah tahun, utang pemerintah sudah bertambah sebesar Rp1.062 triliun.

Angka itu melebihi utang yang ditarik pada periode kedua pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono SBY pada 2010-2014. Sepanjang rentang waktu itu, utang yang dihimpun pemerintahan SBY mencapai Rp1.019 triliun. Sejumlah kalangan pun lantas berseloroh bahwa pertumbuhan utang di masa pemerintahan Jokowi mencatatkan rekor baru. "Sejak Indonesia merdeka, inilah rekor utang tertinggi," ujar Fadli Zon, politikus Gerindra, dalam keterangan tertulisnya, Rabu pekan silam.

Nah, tumpukan utang pemerintah bakal semakin menggunung. Sebab, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017, pemerintah mematok defisit fiskal di angka 2,92%. Untuk menambal defisit sebesar itu, tentu saja pemerintah harus mencari utang baru yang besarnya bisa mencapai Rp397 triliun. Angka itu melonjak 20% dibanding defisit yang ada dalam APBN 2017 sebesar Rp330,2 triliun.

Besaran defisit dalam RAPBN-P 2017 memang bisa ditekan lebih kecil dari asumsi sekarang. Katakanlah, berkat pembahasan di DPR dan realisasi serapan belanja negara yang jarang sampai 100%, defisit fiskal bisa dipangkas di angka 2,67%. Toh demikian, utang baru tetap harus dicari untuk menambalnya. "Surat utang akan bertambah sekitar Rp33,67,3 triliun," kata Bhima Yudhistira, ekonom Indef, Selasa pekan lalu.

Bagaimana ini bisa terjadi? Simak ulasan lengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi No.20/VI/2017 yang terbit Senin (17/7/2017).
Utang Membengkak di Pengujung Kekuasaan Jokowi
(bbk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang Negara Harus Dimanfaatkan...
Utang Negara Harus Dimanfaatkan untuk Hal Produktif
Pemerintah Utamakan...
Pemerintah Utamakan Pembiayaan Dalam Negeri, Utang Luar Negeri Melambat
Duh, Beban Utang Pemerintah...
Duh, Beban Utang Pemerintah Sudah Sangat Mengkhawatirkan!
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp7.039 Triliun per April 2025
Utang Jatuh Tempo RI...
Utang Jatuh Tempo RI Tembus Rp3.749 T, Indef: Negara Bisa Stroke
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia di Triwulan IV 2025 Naik Tembus Rp7.262 Triliun, Ini Porsi Terbesarnya
Berita Terkini
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
28 menit yang lalu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
42 menit yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
1 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
2 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
4 jam yang lalu
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved