Kondisi Ekonomi Terkendali Alasan Redenominasi Mata Uang

Rabu, 19 Juli 2017 - 14:04 WIB
Kondisi Ekonomi Terkendali...
Kondisi Ekonomi Terkendali Alasan Redenominasi Mata Uang
A A A
JAKARTA - Wacana redenominasi rupiah kembali mengemuka. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, mengatakan bahwa redenominasi tepat untuk dilakukan sekarang. Dalilnya, kondisi ekonomi Indonesia sedang membaik dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang terkendali.

Selain itu, ungkapnya, langkah redenominasi ini sebetulnya sudah sejak lama dicetuskan, tepatnya lima tahun silam. Saat itu, Darmin yang merupakan Gubernur Bank Indonesia era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, ikut menyiapkan langkah redenominasi.

"Jadi sekarang momen yang bagus. Dulu sebenarnya inflasinya sudah agak terkendali tapi masih agak tinggi. Dulu masih 4%-5%. Sekarang kan sudah sekitar 3%-4%," Kata Darmin di ruang rapat Badan Anggaran, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Darmin membenarkan bahwa ini akan masuk ke Prolegnas, namun seharusnya untuk pembahasannya tidak ada yang perlu dipermasalahkan karena sudah lama disiapkan.

"Harusnya enggak ada yang dimasalahkan karena persiapannya sejak lama oleh pemerintah dan Bank Indonesia. Sebenarnya yang paling penting itu adalah harus inflasi baik. Kalau enggak, ya bakal tertekan lagi," lanjutnya.

Kedua, kegunaan redenomiasi akan banyak. Misalnya, di beberapa tempat sudah diberlakukan penulisan nominal dengan menghilangkan 3 angka dibelakang koma.

"Seperti di restoran, tempat makan, mereka nulisnya tanpa ribu. 412 saja, itu namanya 412 ribu. Itu maksudnya. Jadi itu efisiensinya banyak dalam pendataan. Bayangkan berapa ribu megabyte atau gigabyte bertambah jika digitnya tambah 3. itu berkurang 3 akan sangat banyak pengaruhnya bukan hanya di perbankan, juga di semua sektor," pungkasnya
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
Sri Mulyani Ramal Ekonomi...
Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Minus, Luhut: Lebih Baik di Antara Emerging Market
PKM Level 4 Berlanjut,...
PKM Level 4 Berlanjut, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Kolaborasi Penguatan...
Kolaborasi Penguatan Kearifan Lokal Demi Tingkatkan Nilai Ekonomi Kreatif
Luhut Ungkap Enam Sektor...
Luhut Ungkap Enam Sektor Kontributor Utama PDB Nasional Melambat
Berita Terkini
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
18 menit yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
11 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
12 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved