Industri Tekstil Disebut Jadi Korban Birokrasi Rumit

Rabu, 19 Juli 2017 - 19:06 WIB
Industri Tekstil Disebut...
Industri Tekstil Disebut Jadi Korban Birokrasi Rumit
A A A
JAKARTA - Industri tekstil dinilai telah menjadi korban rumitnya birokrasi perpajakan di Indonesia, yang akhirnya menggerus penjualan. Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat menerangkan, hal ini dimulai dari syarat menjadi golongan Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang ditetapkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.

(Baca Juga: Industri Tekstil Nasional Kesandung Aturan Pajak )

Seperti diketahui aturan PKP melarang industri menjual barangnya ke yang non PKP. Ia juga menambahkan persyaratan menjadi PKP cukup ribet dengan beberapa tahapan yang panjang.

"Syarat jadi PKP punya SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan). Untuk dapat SIUP dan TDP harus punya sertifikat lokasi, IMB, PBB lima tahun lunas dan tata ruang sesuai peruntukannya," ujarnya di Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Panjangnya proses mengurus PKP itu dikatakan Ade menjadi cermin dari persoalan birokrasi. Sehingga, indeks Ease of Doing Business (EoDB) atau kemudahan usaha di Indonesia pun masih rendah. "Jadi, ini permasalahan yang menyentuh beberapa hal, betapa kompleks dan rumitnya birokrasi. Sehingga, EoDB tak semudah yang digambarkan," katanya.

Dia menambahkan, jika mau menyalurkan produk tekstil dari pabrik ke pengusaha. Maka si pelaku usaha harus punya izin PKP tersebut, namun tak semuanya bisa masuk ke dalam PKP kecuali yang omzetnya di atas Rp4,8 miliar. "Aturannya harus PKP kecuali ritel, omzet lebih dari Rp4,8 miliar. Selama di bawah itu, tidak perlu (izin PKP), itu adalah ketentuan," pungkas Ade.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diproduksi di Solo,...
Diproduksi di Solo, GSP Siap Pasok Kain American Drill ke Pasar Domestik dan Global
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Kolaborasi dengan MC...
Kolaborasi dengan MC Texstyle, Vira Tandia: Memudahkan Pelanggan Mendapat Bahan Kain Berkualitas
Diacak-acak Barang Impor,...
Diacak-acak Barang Impor, Juragan Tekstil Sempat Nangis Darah
Permendag 8/2024 Bakal...
Permendag 8/2024 Bakal Direvisi Disambut Baik Asosiasi Tekstil
Mendorong Industri Tekstil...
Mendorong Industri Tekstil Tanah Air Mengedepankan Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
18 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
42 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
48 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved