KSLL Dikembangkan untuk Konstruksi dan Properti

Kamis, 20 Juli 2017 - 23:39 WIB
KSLL Dikembangkan untuk...
KSLL Dikembangkan untuk Konstruksi dan Properti
A A A
JAKARTA - Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) kini digunakan untuk pembangunan gedung. Salah satunya yakni gedung Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat.

"Keberhasilan pembangunan 11 gedung yang diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla merupakan hasil kerja kolektif dukungan dari civitas akademika UNP, Pemkot Padang, DPRD, serta masyarakat sehingga 11 bangunan dapat dirampungkan," ujar inisiator pembangunan gedung, Mawardi Effendi dalam keterangan tertulisnya Kamis (20/7/2017).

Berawal dari kunjungan Wakil Presiden yang ketika itu juga dijabat Jusuf Kalla dengan presidennya saat itu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 7 Juli 2007 meminta agar UNP membangun gedung baru menggantikan beberapa gedung yang rusak akibat gempa, dengan memasukan proposal ke Bappenas.

Mawardi menceritakan, proposal tersebut tidak serta merta disetujui, namun pada tahun 2009 masuk dalam daftar tunggu di buku biru (blue book), barulah pada tahun 2010 masuk dalam buku hijau (green book) sebagai pembangunan yang mendapat prioritas dengan sumber dana dari pinjaman.

Kemudian pada Maret 2011, 11 gedung tersebut dimasukan ke dalam agenda pembangunan yang mendapat fasilitas pembiayaan dari Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IDB), jelas Mawardi. IDB kemudian menyelenggarakan tender internasional serta berhasil dimenangkan PT Adhi Karya Tbk dengan menggunakan pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba yang patennya dipegang PT Katama Suryabumi.

Untuk mendukung target pemerintah dalam program percepatan pembangunan infrastruktur, PT Katama telah melakukan kerja sama dengan PT Waskita Beton Precast yang dikenal memiliki pengalaman dan tenaga ahli dalam pabrikan beton, sehingga inovasi JALLA lebih presisi, terukur, mutu terjamin, memudahkan dan pempercepat aplikasi konstruksi jalan pracetak.

Jaring Laba-laba ini, juga sudah dipergunakan untuk fasilitas penunjang bandara pada konstruksi perkerasan Apron dan Exit Taxiway di Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara.

Mawardi mengatakan, penggunaan konstruksi sarang laba-laba karena berdasarkan pengalaman dari gempa yang mengguncang Kota Padang beberapa kali hanya bangunan yang menggunakan konstruksi tersebut yang masih utuh. Berdasarkan pertimbangan itulah, konsultan perencana kemudian menggunakan konstruksi sarang laba-laba untuk 11 bangunan baru tersebut. Pertimbangannya disamping konstruksi ini telah teruji anti gempa juga dari segi biaya lebih ekonomis.

Pertimbangan lainnya konstruksi ini tidak perlu menggunakan tenaga dengan keahlian khusus karena dalam pekerjaannya tidak membutuhkan terlalu banyak alat berat, seluruhnya menggunakan padat tenaga kerja, serta merupakan buatan sendiri.

Sementara Rektor UNP Ganefri mengatakan UNP memiliki 11 fakultas dan 96 program studi. Pembangunan sarana dan prasarana UNP tidak hanya sebatas dengan pembangunan fisik tetapi juga mengandung komponen lainnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Duet Aswandi-Desiderius...
Duet Aswandi-Desiderius Viby Indrayana Pimpin ASPEKNAS
Dihantam Pandemi Covid-19,...
Dihantam Pandemi Covid-19, Pengusaha Konstruksi Ini Mampu Bertahan
Bisnis Konstruksi Terkendala...
Bisnis Konstruksi Terkendala Pandemi, Totalindo Tetap Bertahan
Mendorong Percepatan...
Mendorong Percepatan Regulasi dan Akses UMKM dalam Sektor Konstruksi
Penguatan Konstruksi...
Penguatan Konstruksi Industri dan Komersial Dorong Surabaya Jadi Pusat Bisnis Megapolitan
Sektor Jasa Konstruksi...
Sektor Jasa Konstruksi Kena Imbas Pelemahan Kurs Rupiah, Ini Tantangannya
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
10 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
43 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved