Darmin Pastikan Harga Beras Tak Jadi Dipatok Rp9.000/Kg

Sabtu, 29 Juli 2017 - 06:30 WIB
Darmin Pastikan Harga...
Darmin Pastikan Harga Beras Tak Jadi Dipatok Rp9.000/Kg
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan bahwa draft Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 47 tahun 2017 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) beras tak jadi diterapkan. Beleid tersebut mengatur tentang HET beras sebesar Rp9.000 per kilogram (kg).

Dia mengungkapkan, Permendag tersebut telah diputuskan tak jadi diundangkan. Sehingga, yang berlaku adalah aturan sebelumnya, dimana harga beras medium acuannya adalah Rp9.500 per kg.

"Itu kan Permendag 47 yang Rp9.000 itu belum diundangkan. Itu tidak jadi diundangkan. Sehingga yang berlaku adalah aturan sebelumnya bahwa beras medium itu harga acuannya bukan HET ya, itu Rp9.500," katanya di Gedung Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Namun, sambung mantan Gubernur Bank Indonesia ini, pemerintah masih tetap harus mencari solusi mengenai harga eceran beras tersebut. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan akan meminta masukan dari pelaku usaha untuk mencari solusi mengenai hal tersebut.

"Kami akan ajak bicara bagaimana penetapan harga sebaiknya. Tapi sekarang yang berlaku itu tadi, harga acuan Rp9.500 sesuai kebijakan sebelumnya untuk medium," imbuh dia.

Darmin menambahkan, Kementerian Perdagangan nantinya juga akan mewajibkan seluruh produsen beras untuk melaporkan mengenai kapasitas gudang yang dimilikinya. Jika pengusaha melaporkan, maka pemerintah berjanji tidak akan melakukan penyegelan terhadap gudang tersebut.

"Pemerintah janji enggak ada penyegelan, kecuali ada bukti telak yang lain. Bukan karena ada berasnya kalian bilang nimbun, enggak. Maka kami ingin semua ini berjalan normal kembali. Sembari jalan, kami akan bicara dengan semua pemangku kepentingan dan pengusaha untuk lihat seperti apa harganya," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Bantuan Beras 10 Kg...
Bantuan Beras 10 Kg per Keluarga Meluncur Mulai Minggu Kedua Juli
Rakernas KPPI Dorong...
Rakernas KPPI Dorong Kementerian PPPA Jadi Kementerian Koordinator
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Pasok Gula, Kementerian...
Pasok Gula, Kementerian Perdagangan Gandeng Angels Products
Sebut Kementerian Luhut...
Sebut Kementerian Luhut Layak Dibubarkan, Ekonom Indef Dinilai Cuma Genit
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
7 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
7 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
8 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
9 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
9 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved