Wall Street Variatif Saat Dow Jones dan Saham Apple Cetak Rekor

Kamis, 03 Agustus 2017 - 08:35 WIB
Wall Street Variatif...
Wall Street Variatif Saat Dow Jones dan Saham Apple Cetak Rekor
A A A
NEW YORK - Dow Jones pada perdagangan bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street kemarin waktu setempat menyentuh level di atas 22.000 untuk pertama kalinya, usai mendapat dukungan dari laporan positif penjualan Iphone untuk membuat saham Apple melompat. Sementara pelemahan saham teknologi lainnya membuat Nasdag dan indeks S&P cenderung bergerak mendatar.

Tercatat saham Apple (AAPL. O) melompat tinggi mencapai 4,73% ke rekor tinggi setelah perusahaan publik terbesar itu melaporkan penguatan hasil penjualan yang mencapai 36% tahun ini. Raihan positif produsen iPhone itu menjadi dorongan terbesar bagi Dow Jones untuk menutup pada raihan tertinggi sehingga mencetak rekor.

Di sisi perusahaan raksasa teknologi lainnya seperti Microsoft, Facebook dan Google Alphabet kehilangan landasan. Beberapa investor percaya perusahaan harus mulai mengurangi pembelian saham kembali dan lebih fokus kepada teknologi untuk meningkatkan produktivitas. "Apple memiliki banyak eksposur konsumen, dan konsumen sedang dalam kondisi sangat baik. Tapi kami ingin melihat beberapa capex," ujar Manajer Direktur Wealth Management Mike Baele.

Beberapa saham teknologi yang mengalami penurunan di antaranya Microsoft (MSFT. O) tergelincir 0,44% dan Facebook (FB. O) kehilangan 0,33%, untuk menjadi beban di antara yang menyeret S & P 500 dan Nasdaq. Sepanjang 2017, Dow Jones telah meningkat sebesar 11% untuk berada dalam jalur untuk mendekati mencetak rekor keenam. Bahkan saat pelaku pasar mulai kehilangan keyakinan bahwa Presiden Donald Trump bakal mampu mewujudkan pemangkasan pajak.

Dow mencapai level 20.000 pada akhir Januari dan menyeberangi tanda 21.000 pada tanggal 1 Maret. Dua pertiga dari perusahaan dalam indeks S & P 500 telah melaporkan pendapatan kuartal kedua mereka sejauh ini. Dan 72% dari keseluruhan telah melewatu harapan Wall Street, menurut Thomson Reuters.

Tercatat Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 0,24% untuk berakhir di level 22.016,24 dan mencapai rekor tinggi. Sedangkan indeks S & P 500 memperoleh tambahan sedikit sebesar 0,05% untuk menutup hari pada posisi 2.477,57 dan komposit Nasdaq mendatar di level 6.362,65.

Data menunjukkan pengusaha swasta AS ditambahkan 178,000 pekerjaan pada bulan Juli setelah menambahkan 191,000 pada bulan Juni. Ekonom yang disurvei oleh Reuters berharap penambahan bisa mencapai 185.000 pekerjaan. Laporan non-farm payrolls lebih komprehensif dijadwalkan bakal dilaporkan pada hari Jumat. Sementara itu sekitar 6,5 miliar saham diperdagangkan pada bursa saham AS kemarin waktu setempat untuk berada di atas rata-rata 6,1 miliar dalam 20 sesi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
5 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
5 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
5 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
6 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
6 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved