Buka Keran Impor, Kebutuhan Garam Konsumsi Mendesak

Kamis, 03 Agustus 2017 - 19:37 WIB
Buka Keran Impor, Kebutuhan...
Buka Keran Impor, Kebutuhan Garam Konsumsi Mendesak
A A A
SURABAYA - Kebutuhan garam konsumsi di tingkat masyarakat saat ini begitu mendesak. Pemerintah dituntut untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar guna mencukupi semua kebutuhan. Keran impor pun menjadi jalan prematur untuk bisa mencukupi kebutuhan garam dalam negeri.

Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, Ardi Prasetiawan menuturkan, kenaikan harga garam saat ini memang tidak bisa ditahan. Stok yang ada di pasaran terus menipis dan habis. Kondisi itu semakin terpuruk dengan produksi industri garam dalam negeri yang masih rendah dan terus berkurang karena kondisi cuaca yang tak menentu.

“Sekarang yang mendesak kan kebutuhan garam untuk konsumsi. Jadi mereka harus bisa dipenuhi dengan segera,” ujar Ardi, Kamis (3/8/2017).

Ia melanjutkan, pemerintah pusat pun rencananya akan mengimpor garam untuk kebutuhan konsumsi masyarakat sebesar 75 ribu ton dari Australia. Rencana impor garam tersebut untuk memenuhi kebutuhan garam nasional. Namun hal ini belum menjadi keputusan resmi dan masih dibahas di Kementerian Perdagangan dan Kemenko Perekonomian di Jakarta.

Saat ini, katanya, dengan naiknya harga garam yang cukup tinggi Pemprov Jatim, belum bisa dilakukan operasi pasar (OP) garam karena tidak ada persediaan garam. Gubernur Jatim Soekarwo sendiri telah mengirim surat kepada Menteri Perdagangan dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian untuk segera melakukan impor garam, khususnya garam konsumsi.

“Garam konsumsi selain untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, seperti memasak juga untuk industri kecil berskala UMKM,” ungkapnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Teguh Pramono menjelaskan, pada Juli 2017, harga garam mengalami kenaikan 18,36% dan bisa mempengaruhi inflasi. Akibat naiknya harga garam ini membuat industri kecil yang bergerak di sektor perikanan, khususnya pengasinan ikan ikut merasakan dampaknya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Produksi dan Kebutuhan...
Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam
Januari - Oktober 2020,...
Januari - Oktober 2020, China Dominasi Impor di Jawa Timur
APGRI Beberkan Penyebab...
APGRI Beberkan Penyebab Indonesia Selalu Impor Garam
Impor Jawa Timur Selama...
Impor Jawa Timur Selama Januari 2021 Turun 13,72 Persen
KPPU Endus Ada potensi...
KPPU Endus Ada potensi Rente di Impor Garam
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
3 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
4 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
4 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
4 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
5 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
5 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved