Pemerintah Warning PT Panggung Segera Olah Lahan Garam

Rabu, 16 Agustus 2017 - 16:32 WIB
Pemerintah Warning PT...
Pemerintah Warning PT Panggung Segera Olah Lahan Garam
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Menteri Agraria dan Tata Riang (ATR) Sofyan Djalil memberikan waktu hingga 30 hari kepada PT Panggung Guna Ganda Semesta untuk segera mengolah lahan garam di Nusa Tenggara Timur (NTT) seluas 3.700 hektar (ha). Pasalnya, juka tidak, pemerintah akan mengambil alih lahan tersebut.

Sofyan mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Kantor Wilayah BPN di NTT. Pemerintah akan mengirim surat kepada PT Panggung untuk menindaklanjuti soal lahan garam yang idle tersebut.

"Jadi, saya semalam dilaporkan Kakanwil dan akan disuratkan mungkin besok. Satu bulan dari minggu depan," ujar dia di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Diketahui, lahan yang seluas 3.700 ha tersebut berstatus Hak Guna Usaha (HGU) yang diberikan kepada PT Panggung untuk dikelola. Namun, hingga saat ini lahan tersebut dinilai belum dikelola secara optimal untuk memproduksi garam.

"Mereka sudah kami peringatkan agar perusahaan itu bekerja sama dengan siapa saja agar bisa produksi garam. Kalau mereka tidak bisa memutuskan dalam 30 hari, misalnya untuk kerja sama, itu akan kita ambil dan serahkan ke PT Garam," terangnya.

Sofyan menambahkan, selama ini PT Garam telah mengelola lahan garam seluas 400 ha di NTT. Kemudian, pemerintah telah memberikan tambahan 225 ha lahan kepada perusahaan pelat merah tersebut untuk dikelola.

"Di NTT ada beberapa ladang garam atau tanah yang potensi tanah negara. Nah, yang sudah dikerjakan oleh PT Garam adalah 400 ha yang merupakan tanah masyarakat dan bekerja sama dengan PT Garam. Kemudian kami berikan 225 ha yang clean and clear, bisa digunakan, jadi milik PT Garam yang kami ambil dari tanah terlantar," tutur dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Produksi Garam Sulsel...
Produksi Garam Sulsel Terus Turun Dalam 2 Tahun Terakhir
Produksi dan Kebutuhan...
Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam
Pakar UI: Garam Bermutu...
Pakar UI: Garam Bermutu Dihasilkan Dari Panen di Atas Meja Garam
APGRI Beberkan Penyebab...
APGRI Beberkan Penyebab Indonesia Selalu Impor Garam
Industri Pengguna Garam...
Industri Pengguna Garam Bisa Tenang, Ada Jaminan Pasokan dari Kemenperin
KPPU Endus Ada potensi...
KPPU Endus Ada potensi Rente di Impor Garam
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
3 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Trump Segera Bertemu...
Trump Segera Bertemu Putin untuk Rundingkan Akhir Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved