Petani Garam Disarankan Ekspansi ke Indonesia Timur

Kamis, 17 Agustus 2017 - 19:12 WIB
Petani Garam Disarankan...
Petani Garam Disarankan Ekspansi ke Indonesia Timur
A A A
JAKARTA - Penurunan produksi garam di tingkat petani benar-benar menjadi bahan evaluasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Guna menghindari kelangkaan pasokan, petani maupun para pelaku industri garam disarankan ekpansi ke Indonesia Timur.

"Lahan untuk produksi garam di Jawa sudah sangat berkurang. Selain tereduksi untuk industri. Juga banyak dipakai pemerintah untuk mendukung proyek infrastruktur," ujar Dirjen Pengolahan Ruang Laut KKP, Brahmantya Satyamurti Poerwadi di Jakarta.

Diakui, memang berkurangnya lahan tambak garam di Pulau Jawa bukan satu-satunya alasan, ada faktor cuaca yang dalam tiga tahun terakhir tidak menentu. Sehingga, produksi garam dalam negeri berkurang yang puncaknya 2017 ini yang ditandai kebijakan impor 75 ribu ton.

Atas dasar itulah, Brahmantya menyebutkan, hasil dari kajian KKP menyebutkan Indoensia Timur masih menjanjikan untuk bisnis produksi garam. Diantaranya di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang banyak tersedia lahan negara dan lahan rawa.

"Ada banyak lahan kosong di antaranya yang bisa dipakai tambak garam yaitu Ende ada 170 hektar, Larantuka 1.675 hektar dan Kupang ada 3.700 hektar dan potensinya ada 5.000 hektar," paparnya.

Selain lahan, sambung dua, Indonesia Timur, khususnya wilayah Nusa Tenggara Timur dinilai lokasi lahannya sangat tepat berada di sepanjang pantai. Ditambah curah hujan di NTT rendah. Bahkan, disebutkan hujan dalam setiap priodisasinya delapan bulan tidak hujan. "Bila kondisinya seperti ini, maka petani dijamin mampu membuat garam dengan kualitas baik dengan kadar NaCl di atas 97%," tegasnya.

Apalagi, lanjut Brahmatya, sejak beberapa tahun terakhir produksi garam petani bukan yang dari PT Garam, kandungan airnya masih banyak. Sehingga, kadang kurang laku bila dipasokkan ke sektor industri lain.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Produksi Garam Sulsel...
Produksi Garam Sulsel Terus Turun Dalam 2 Tahun Terakhir
Produksi dan Kebutuhan...
Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam
Pakar UI: Garam Bermutu...
Pakar UI: Garam Bermutu Dihasilkan Dari Panen di Atas Meja Garam
APGRI Beberkan Penyebab...
APGRI Beberkan Penyebab Indonesia Selalu Impor Garam
Industri Pengguna Garam...
Industri Pengguna Garam Bisa Tenang, Ada Jaminan Pasokan dari Kemenperin
KPPU Endus Ada potensi...
KPPU Endus Ada potensi Rente di Impor Garam
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
4 jam yang lalu
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
4 jam yang lalu
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
4 jam yang lalu
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
4 jam yang lalu
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
5 jam yang lalu
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved