Indef Minta Belanja Subsidi RAPBN 2018 Diawasi

Jum'at, 18 Agustus 2017 - 21:15 WIB
Indef Minta Belanja...
Indef Minta Belanja Subsidi RAPBN 2018 Diawasi
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) meminta agar belanja subsidi di RAPBN 2018 diawasi. Alasannya, 2018 adalah tahun politik dan juga menjelang Pilpres 2019. Peneliti Indef Bhima Yudhistira mengatakan, ada pergeseran bantuan agar lebih tepat sasaran, dari sekadar Bantuan Langsung Tunai (BLT) menjadi bantuan yang sifatnya non-tunai.

Namun permasalahan dalam hal penyaluran bantuan non-tunai tetap ada, terutama saat masa transisi di 2018 mendatang. Sehingga menimbulkan celah penyimpangan bantuan sosial. Misalnya soal infrastruktur bantuan non-tunai masih belum dipersiapkan secara matang.

"Masa transisi bantuan yang sifatnya non-tunai pun tidak bisa tergesa-gesa. Bagaimana dengan kondisi e-warong? Kalau menukar rastra (beras sejahtera) menggunakan voucher pangan harus di e-warong, kasihan penduduk miskin, karena akses menuju e-warong tidak merata," ungkap dia, Jumat (18/8/2017).

Sementara di daerah, lanjut Bhima, dengan penduduk miskin yang lebih banyak, jangankan bicara jaringan telepon dan internet, listrik pun banyak yang belum tersentuh. Ada biaya tambahan yang mungkin muncul dan dibebankan ke penerima bantuan non-tunai. Sehingga hal itu yang mesti dipikirkan kembali.

Selain infrastruktur, masalah integrasi data bantuan non-tunai juga harus secepatnya rampung. Perbaikan single database (BDT) sudah sangat mendesak.

Selain itu, kata Bhima, bukan hanya subsidi energi, berdasarkan Laporan Nota Keuangan RAPBN 2018, pemerintah juga meningkatkan jumlah penerima PKH (Program Keluarga Harapan) atau conditional cash transfer dari 6 juta menjadi 10 juta penerima. Untuk tahun 2018, penerima bantuan pangan nontunai juga meningkat menjadi 10 juta penerima dari 1,4 juta penerima di tahun 2017.

"Berbagai studi menunjukkan bahwa kebijakan menaikkan anggaran belanja sosial dan subsidi sudah jadi tabiat para politikus istana menjelang pemilu," katanya.

Bhima pun memberikan contoh, era SBY menjelang pemilu tahun 2009 melakukan hal yang sama. Anggaran bantuan sosial di APBN 2008 naik 21,4% dibandingkan anggaran tahun sebelumnya. Strategi BLT terbukti ampuh menaikkan jumlah pemilih (voter) terutama yang berasal dari kelompok miskin.

Atas dasar itu, kata Bhima, pihaknya menyarankan DPR terutama Komisi XI yang sedang membahas RAPBN 2018 untuk mengkritisi jumlah subsidi energi yang disodorkan pemerintah. DPR dan masyarakat juga perlu mengawasi proses transisi bantuan subsidi non-tunai yang melibatkan 10 juta keluarga penerima PKH.

"Jangan sampai anggaran yang disumbang oleh uang pajak menjadi bancakan oknum yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan politik jangka pendek," pungkas dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
RAPBN 2023, Subsidi...
RAPBN 2023, Subsidi Energi Turun 33% Jadi Rp336,7 Triliun
Mantap, Subsidi BBM...
Mantap, Subsidi BBM dan Listrik Diperpanjang hingga 2021
Asyik, Subsidi BBM dan...
Asyik, Subsidi BBM dan Listrik Diperpanjang Pemerintah Hingga 2021
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Kebijakan Penerapan Subsidi Energi
Bantuan Subsidi Upah...
Bantuan Subsidi Upah 560.670 Pekerja di Jawa Timur Cair
Subsidi dan Kompensasi...
Subsidi dan Kompensasi Energi Meroket Jadi Rp394,3 Triliun di 2025
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved