Jurus Sri Mulyani Genjot Target Pajak Tahun Depan

Senin, 21 Agustus 2017 - 15:59 WIB
Jurus Sri Mulyani Genjot...
Jurus Sri Mulyani Genjot Target Pajak Tahun Depan
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) tahun anggaran 2018 untuk penerimaan pajak ditetapkan sebesar Rp1.379,4 triliun, migas Rp35,9 triliun, bea dan cukai Rp194,1 triliun, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak Rp267,9 triliun.

Dengan adanya asumsi tersebut, maka tax rasio akan mencapai 11,5% terhadap product domestic bruto (PDB). Untuk mencapainya, terutama di sektor perpajakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, akan memperkuat pendataan dan sistem informasi perpajakan, termasuk law enforcement secara terukur.

"Kami akan gunakan data melalui AEoI dan kerja sama internasional. Kemudian fokus kami di kerja sama internasional untuk tambahan potensi pajak yang selama ini taxable atau bisa hindari pajak," kata dia di kantornya, Jakarta, Senin (21/8/2017).

Sri Mulyani menegaskan, dengan adanya fokus ini, dapat dipastikan pemerintah, terutama Ditjen Pajak bukan menekan yang sudah patuh namun menekan pendapatan dari mereka yang selama ini hindari pajak.

"Biasanya yang mudah mencari pajak dari yang sudah bayar saja. Kami ingin ekspansi berdasar data-data baru dan kerja sama perpajakan Internasional yang sekarang makin luas di dunia internasional baik di G20 dan OECD," terangnya.

Pemerintah, lanjut dia, juga akan mengedukasi menyosialisasi pentingnya bayar pajak. Jika ada sektor yang butuh insentif atau kegiatan ekonomi yang membutuhkan pemihakan, maka pajak akan hadir di sana baik dalam bentuk tax holiday, tax allowance atau dari sisi kemampuan untuk memberikan treatment khusus.

"Untuk yang treatment khusus itu misalnya ke UMKM. Tentu di reform pajak kami akan terus perbaiki ya dari mulai SDM, regulasi, termasuk UU yang akan kami koordinasikan terus dengan DPR agar proses legislasi berjalan optimal.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bayar Pajak kewajiban...
Bayar Pajak kewajiban konstitusi seluruh warga negara
Gelar Rapat Paripurna...
Gelar Rapat Paripurna RAPBN 2021, Sri Mulyani Puji Kinerja DPR
Tanggapan atas Pandangan...
Tanggapan atas Pandangan DPR terhadap RAPBN 2025
Ini Cara Sri Mulyani...
Ini Cara Sri Mulyani Kejar Pajak Rp1.506 Triliun Tahun Depan
Sri Mulyani Ingin Genjot...
Sri Mulyani Ingin Genjot Mesin Ekonomi Indonesia di RAPBN 2021
Belanja Rp2.747 Triliun...
Belanja Rp2.747 Triliun Jadi Senjata Sri Mulyani Kerek Pertumbuhan Ekonomi
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved