Pemprov Desak Pusat Tuntaskan Raperpres Kereta Cepat

Kamis, 24 Agustus 2017 - 06:09 WIB
Pemprov Desak Pusat...
Pemprov Desak Pusat Tuntaskan Raperpres Kereta Cepat
A A A
BANDUNG - Rencana pengembangan kawasan komersial dan perdagangan atau jasa (transit oriented development/TOD) di sejumlah titik perlintasan kereta cepat Jakarta-Bandung membutuhkan segera payung hukum yang jelas.

Pasalnya, pengembangan TOD belum tercantum dalam Rencana Peraturan Presiden (Raperpres) tata ruang kawasan perkotaan cekungan Bandung yang menjadi acuan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Raperpres yang sudah terkatung-katung sejak dua tahun terakhir ini baru menetapkan dan menuangkan jalur trase, stasiun, dan depo kereta cepat Jakarta-Bandung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan, Pemprov Jabar akan sangat berhati-hati dalam rencana pengembangan TOD kereta cepat Jakarta-Bandung, khususnya di kawasan Walini, Kabupaten Bandung Barat.

Iwa menjelaskan, PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) sebagai operator kereta cepat Jakarta-Bandung menginginkan sebagian kawasan Walini dikembangkan sebagai TOD.

"PT KCIC ingin kawasan tersebut berubah zona menjadi B2, sementara saat ini kawasan telah ditetapkan sebagai kawasan budidaya pertanian atau pembangunan yang tidak massif atau B4," terang Iwa di Bandung, Rabu (23/8/2017).

Selain permintaan perubahasan zonasi dan rencana pengembangan TOD, rencana pembangunan kawasan wisata, agroindustri terpadu, dan kampus ITB pun belum terakomodasi dalam Raperpres tata ruang kawasan perkotaan cekungan Bandung tersebut.

Berdasarkan rapat terakhir antara pihaknya dan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), pihaknya meminta kementerian dan lembaga terkait segera merampungkan dan menerbitkan Raperpres rencana tata ruang cekungan Bandung tersebut.

Iwa menilai, kehadiran Raperpres sangat penting untuk mengakomodasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang akan terhubung dengan 8 titik kereta ringan Bandung tanpa mengganggu daya dukung lingkungan. Iwa berharap, perubahan zonasi di kawasan Walini yang akan dibahas pemerintah pusat pun disertai kajian yang komprehensif.

"Tinggal kita menunggu perkembangan ini, prinsipnya Pemprov Jabar akan membantu sesuai arahan Bapak Presiden," ujarnya.

Iwa menambahkan, dalam rapat terbatas antara Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan beberapa waktu lalu, Presiden juga meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Perhubungan, Menteri ATR/BPN, dan Gubernur Jabar berpatokan pada rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang diterbitkan Pemprov Jabar dalam menyelesaikan persoalan terkait tata ruang.

"RTRW provinsi menjadi pegangan agar proyek kereta cepat ini tidak menemui kendala lagi di lapangan, dan permasalah RTRW menjadi jelas," tegasnya.

Pihaknya juga mendorong PT KCIC terus melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah yang wilayahnya akan dilintasi kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Kami sendiri saat ini dalam posisi menuntaskan rencana penerbitan penlok. Mudah-mudahan proyek ini bisa mengalami percepatan," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kereta Cepat Jakarta...
Kereta Cepat Jakarta Bandung Uji Jalan dengan Kecepatan 60 Km/Jam, Intip Tahap Selanjutnya
Perbandingan Biaya Pembangunan...
Perbandingan Biaya Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan Shinkansen Jepang
Uji Coba Gratis Kereta...
Uji Coba Gratis Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mundur Jadi September, Kemenhub Ungkap Sebabnya
Kereta Cepat Diresmikan...
Kereta Cepat Diresmikan 1 Oktober 2023, Sebelumnya Dijajal Luhut dan PM China
Skema Uji Coba Gratis...
Skema Uji Coba Gratis Kereta Cepat Jakarta-Bandung Disiapkan, Catat Tanggalnya!
Akses ke Stasiun Kereta...
Akses ke Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung Belum Rampung, Erick Thohir Ungkap Prioritasnya
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
3 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
3 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved