Ombudsman: Biaya Isi Ulang E-Money Jangan Jadi Beban Konsumen

Senin, 18 September 2017 - 16:05 WIB
Ombudsman: Biaya Isi...
Ombudsman: Biaya Isi Ulang E-Money Jangan Jadi Beban Konsumen
A A A
JAKARTA - Ombudsman RI menilai, Bank indonesia (BI) tidak seharusnya membebankan biaya isi ulang (top up) uang elektronik (e-money) kepada konsumen. Sebab, uang elektronik sejatinya dikeluarkan untuk mempermudah proses transaksi.

(Baca Juga: Top Up Fee E-Money, BI Ambil Kesempatan di Atas Penderitaan )

Anggota Ombudsman RI bidang Ekonomi I Dadang Suharma Wijaya menuturkan, jika substansinya adalah untuk mempermudah transaksi, maka yang seharusnya dibebankan biaya tersebut adalah penyelenggara jalan tol dalam hal ini PT Jasa Marga (Persero). Sebab, yang menikmati keuntungannya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jalan tol tersebut.

"Justru kalau kita lihat tadi substansinya, ini kan substansi nya untuk mempermudah transaksi. Keuntungannya untuk siapa? Kan untuk penyelenggara jasa, dalam hal ini penyelenggara tol. Penyelenggara ini kan kerja sama dengan pihak lain yaitu perbankan. Nah seharusnya ini jadi beban pihak itu dan konsumen memanfaatkan," katanya di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Senin (18/9/2017).

(Baca Juga: Aturan Top Up Fee E-Money Dinilai Bebankan Konsumen )

Dia justru mempertanyakan rencana BI untuk membebankan biaya tersebut kepada konsumen. Sebab, selama ini konsumen telah menggunakan e-money dan tidak dikenakan biaya tambahan apapun.

"Sekarang malah diberlakukan beban ke konsumen. Sebetulnya konsumen ada pilihan lain nggak. Kalau sama-sama untuk memperlancar iya, tapi kalau ini sudah dihitam putih harus gini nggak ada alternatif, adakah UU yang dilanggar. Ketika lihat UU Uang, rupiah karena berada di Indonesia tidak boleh ada yang menolak transaksi pembayaran yang pakai uang," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MotionBanking Mengintegrasikan...
MotionBanking Mengintegrasikan Fitur e-Money dari MotionPay
BSI Pastikan Tidak Ada...
BSI Pastikan Tidak Ada Rush Money Saat Layanan Perbankan Terganggu
Fit and Proper Test...
Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, DPR Angkat Isu Pengawasan Perbankan
BRI Bantu Pelaku Bisnis...
BRI Bantu Pelaku Bisnis Money Changer Terdampak Corona
Transfer Uang Cuma Kena...
Transfer Uang Cuma Kena Biaya Rp2.500, Total Ada 77 Bank Terapkan BI-Fast
Perkuat Inovasi Teknologi,...
Perkuat Inovasi Teknologi, BNC Bertekad Jadi Bank Digital Terdepan
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
1 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
2 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
2 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
4 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
14 jam yang lalu
Infografis
Kemendag Terima 3.692...
Kemendag Terima 3.692 Aduan Konsumen, 86,1% Sektor E-Commerce
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved