Aset Dana Pensiun Masuk 3 Besar Industri Keuangan Non Bank

Rabu, 20 September 2017 - 16:10 WIB
Aset Dana Pensiun Masuk...
Aset Dana Pensiun Masuk 3 Besar Industri Keuangan Non Bank
A A A
JAKARTA - Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ihsanuddin menyatakan, aset dana pensiun masuk tiga besar industri keuangan non bank. Menurut Ihsanuddin, sektor asuransi merupakan yang dominan. Aset asuransi mencapai lebih dari Rp1.000 triliun. Kemudian perusahaan pembiayaan atau multifinance yang rata-rata per tahunnya mencapai di atas Rp500 triliun.

"Sedangkan untuk dana pensiun sekitar Rp250 triliun. Jadi aset dana pensiun masuk tiga besar di industri keuangan non bank," ungkapnya di Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Menariknya, aset dana pensiun lebih di atas dari industri pegadaian. Selanjutnya lembaga keuangan khusus yang melakukan misi pemerintah, seperti Lembaga Keuangan Mikro, Penjaminan Indonesia Ekspor, Penjaminan Kredit, perusahaan penjaminan infrastruktur, dan lain-lain.

Dengan masuknya aset dana pensiun dalam tiga besar industri keuangan non bank, OJK mengharapkan aset dapen bisa lebih meningkat lagi di masa depan. Namun untuk meningkatkan aset pensiun tidaklah mudah.

"Untuk meningkatkan aset mau tidak mau, tergantung pemberi kerja dana pensiun. Contohnya perusahaan A yang pendiri. Maka untuk menaikkan asetnya, ya memberikan suntikan dana," kata dia.

Sedangkan bank, masih kata Ihsanunddin, asetnya bertambah cepet, karena ada dana masyarakat. Semakin banyak dana masyarakat maka asetnya langsung melejit. Begitu juga pembiayaan, kalau banyak pembiayaan maka asetnya besar.

"Kalau dana pensiun tidak seperti itu dan tidak melakukan bisnis pembiayaan. Sehingga ivestasi itu tidak bisa ditambah tanpa adanya tambahan iuran dari peserta dan lain-lain. Jadi kalau tambah peserta maka investasi meningkat," terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Dana Pensiun Indoensia (ADPI), Suheri berharap para pengelola maupun peserta dapen lebih profesional untuk memacu performa, agar mereka bisa selalu menghasilkan yang terbaik untuk dana pensiunnya.

"Kami harapakan setiap anggota kita termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan penggunaan dana pensiunnya. Kami juga ingin mereka kian profesional. Sehingga cara mengelola dana pensiunnya juga bagus," pungkas dia.
(ven)
Berita Terkait
Cara OJK Jaga Industri...
Cara OJK Jaga Industri Keuangan Non Bank Tetap Aman Selama Pandemi
OJK Beberkan Strategi...
OJK Beberkan Strategi Pengawasan Industri Keuangan Non Bank di 2023
Aset Capai Rp2.533,10...
Aset Capai Rp2.533,10 Triliun per Oktober, IKNB Jangan Jadul
Stimulus Covid-19 untuk...
Stimulus Covid-19 untuk Industri Keuangan Non Bank Lanjut hingga 17 April 2023
Satu Dasawarsa OJK,...
Satu Dasawarsa OJK, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga dan Bertumbuh Positif
Mahendra Siregar Resmi...
Mahendra Siregar Resmi Jadi Bos OJK, Ekonom: Karakter Ketegasan yang Dibutuhkan
Berita Terkini
Bluebird Raup Pendapatan...
Bluebird Raup Pendapatan Rp5,04 Triliun di 2024, Ini Pendorongnya
3 jam yang lalu
Menhub: Puncak Arus...
Menhub: Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 Terjadi Hari Ini dan Besok
4 jam yang lalu
PLN IP Operasikan 371...
PLN IP Operasikan 371 Mesin Pembangkit Penuhi Kebutuhan Listrik Lebaran
4 jam yang lalu
Perubahan Komisaris...
Perubahan Komisaris BNI, Deputi Protokol Istana Diganti Profesional
4 jam yang lalu
Program Mudik Gratis...
Program Mudik Gratis Taspen dan Bank Mantap Antar 160 Pemudik Pulang Kampung
5 jam yang lalu
Tanaman Hias yang Mengubah...
Tanaman Hias yang Mengubah Hidup Sueb di Tajurhalang Bogor
5 jam yang lalu
Infografis
Bekuk Bilbao 2-3, Barcelona...
Bekuk Bilbao 2-3, Barcelona Masuk Tiga Besar Klasemen
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved