Rupiah Berkibar 55 Poin, USD Tertekan Ketegangan Krisis Korea
Jum'at, 22 September 2017 - 10:44 WIB
Rupiah Berkibar 55 Poin, USD Tertekan Ketegangan Krisis Korea
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menguat seiring dengan meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea yang menekan indeks USD. Rupiah di pasar spot Bloomberg pada Jumat (22/9/2017) menguat 13 poin atau 0,10% ke Rp13.326 per USD, dibanding penutupan Rabu di Rp13.339 per USD.
Menguatnya mata uang NKRI juga terpantau di data Yahoo Finance, dimana rupiah pada Jumat ini perkasa 49 poin atau 0,37% ke level Rp13.324 per USD, dibanding penutupan Rabu di posisi Rp13.275 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Jumat (22/9/2017), dipatok sebesar Rp13.325 per USD, terapresiasi 55 poin atau 0,41% dari posisi Rabu lalu di Rp13.270 per USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada akhir pekan ini dibuka di Rp13.327 per USD, terapresiasi 52 poin dari posisi Rp13.279 per USD pada Rabu sebelumnya.
Seperti telah dijelaskan di atas, USD melemah pada perdagangan Jumat ini, setelah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea, dimana Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho mengatakan pada Jumat pagi, bahwa negaranya sedang mempertimbangkan uji coba bom hidrogen di Samudera Pasifik.
Hal ini membalas pernyataan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memerintahkan sanksi baru kepada Korea Utara pada Kamis kemarin. Melansir dari Reuters, hal ini membuat indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang saingan utama, turun 0,1% menjadi 92,156. Alhasil membuat USD merosot 0,2% terhadap mata uang Jepang menjadi 112,28 yen.
Menguatnya mata uang NKRI juga terpantau di data Yahoo Finance, dimana rupiah pada Jumat ini perkasa 49 poin atau 0,37% ke level Rp13.324 per USD, dibanding penutupan Rabu di posisi Rp13.275 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Jumat (22/9/2017), dipatok sebesar Rp13.325 per USD, terapresiasi 55 poin atau 0,41% dari posisi Rabu lalu di Rp13.270 per USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada akhir pekan ini dibuka di Rp13.327 per USD, terapresiasi 52 poin dari posisi Rp13.279 per USD pada Rabu sebelumnya.
Seperti telah dijelaskan di atas, USD melemah pada perdagangan Jumat ini, setelah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea, dimana Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho mengatakan pada Jumat pagi, bahwa negaranya sedang mempertimbangkan uji coba bom hidrogen di Samudera Pasifik.
Hal ini membalas pernyataan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memerintahkan sanksi baru kepada Korea Utara pada Kamis kemarin. Melansir dari Reuters, hal ini membuat indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang saingan utama, turun 0,1% menjadi 92,156. Alhasil membuat USD merosot 0,2% terhadap mata uang Jepang menjadi 112,28 yen.
(ven)