Rupiah Melompat ke Rp13.312 Saat USD Tertekan Krisis Korea

Jum'at, 22 September 2017 - 17:43 WIB
Rupiah Melompat ke Rp13.312...
Rupiah Melompat ke Rp13.312 Saat USD Tertekan Krisis Korea
A A A
JAKARTA - Mata uang rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (22/9/2017) di pasar spot, semakin menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Hal ini disebabkan krisis Semenanjung Korea yang membuat investor mengalihkan kepada safe haven, seperti yen Jepang dan emas sehingga membuat indeks USD tertekan.

Indeks Bloomberg pada penutupan petang ini, rupiah melompat 27 poin atau 0,20% menjadi Rp13.312 per USD. Pagi tadi, rupiah dibuka menguat 13 poin atau 0,10% ke Rp13.326 per USD, dibanding penutupan Rabu di Rp13.339 per USD. Sepanjang Jumat ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp13.304-Rp13.341 per USD.

Perkasanya rupiah juga terpantau di data Yahoo Finance, dimana petang ini, mata uang NKRI menguat 35 poin atau 0,26% ke level Rp13.310 per USD. Awal perdagangan, rupiah terapresiasi 49 poin atau 0,37% ke level Rp13.324 per USD, dibanding penutupan Rabu di posisi Rp13.275 per USD. Jumat ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.277-Rp13.340 per USD.

Sementara itu, data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada Jumat akhir pekan ini, ditutup di Rp13.320 per USD atau menguat 7 poin dari pembukaan di level Rp13.327 per USD.

Menguatnya rupiah disebabkan indeks USD yang melemah terhadap yen Kepang, setelah ketegangan merebak di Semenanjung Korea. Melansir dari Reuters, Korea Utara mengatakan pada pagi tadi, pihaknya mungkin akan melakukan percobaan bom hidrogen di Samudera Pasifik setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan negaranya akan menghancurkan Korut jika mengancam AS dan sekutunya seperti Jepang dan Korsel.

Ketegangan ini membuat investor mengalihkan pandangan ke aset safe haven. Alhasil, indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang saingan utama, turun 0,3% menjadi 92,024. Dolar pun turun 0,8% terhadap yen menjadi 111,65 yen pada petang ini, setelah sebelumnya berada di 111,96 yen.

Yen mendapatkan keuntungan dari krisis Korea karena status Jepang sebagai negara kreditor utama dunia, membuat harapan bahwa investor Jepang akan memulangkan aset.

Meski demikian, selama pekan ini, dolar masih naik lebih dari 1% terhadap yen, setelah bank sentral AS Federal Reserve memberi isyarat akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Tertekan
Rupiah Melanjutkan Pelemahan...
Rupiah Melanjutkan Pelemahan ke Rp13.980 per USD
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
7 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
7 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
8 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
8 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
8 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
10 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved