Jonan Usul 2040 Mobil Berbahan Bakar Minyak Tak Lagi Diproduksi
Selasa, 26 September 2017 - 14:33 WIB
Jonan Usul 2040 Mobil Berbahan Bakar Minyak Tak Lagi Diproduksi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan bahwa saat ini pemerintah tengah mengembangkan mobil listrik. Dia juga mengusulkan agar mobil berbahan bakar minyak tidak lagi diproduksi di 2040.
Menurutnya, mobil listrik tidak akan pernah diproduksi massal dan menjadi kendaraan andalan masyarakat di Indonesia jika tidak ada insentif yang besar dari pemerintah. Bahkan, hingga 30 tahun mendatang mobil listrik tidak akan menjadi mayoritas.
"Mobil listrik 30 tahun lagi tidak akan mayoritas. Kecuali insentifnya besar. Ini menurut saya," katanya di Hotel JW Marriott, Jakarta, Selasa (26/9/2017).
Salah satunya, kata mantan Menteri Perhubungan ini adalah dengan meniadakan penjualan mobil berbahan bakar fosil. Dia juga telah mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar hal tersebut direalisasikan.
Sayangnya, hingga saat ini belum ada persetujuan mengenai usulan tersebut. "Kementerian ESDM dan stakeholder mengusulkan mulai 2040 tidak ada lagi penjualan mobil berbahan bakar fosil, ini belum setuju. Kalau dibuat begitu, mungkin tantangannya besar tapi enggak akan. Jadi sampai 2039 mobilnya masih jalan. Mungkin populasinya sampai 2050-2060," tutur dia.
Menurutnya, mobil listrik tidak akan pernah diproduksi massal dan menjadi kendaraan andalan masyarakat di Indonesia jika tidak ada insentif yang besar dari pemerintah. Bahkan, hingga 30 tahun mendatang mobil listrik tidak akan menjadi mayoritas.
"Mobil listrik 30 tahun lagi tidak akan mayoritas. Kecuali insentifnya besar. Ini menurut saya," katanya di Hotel JW Marriott, Jakarta, Selasa (26/9/2017).
Salah satunya, kata mantan Menteri Perhubungan ini adalah dengan meniadakan penjualan mobil berbahan bakar fosil. Dia juga telah mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar hal tersebut direalisasikan.
Sayangnya, hingga saat ini belum ada persetujuan mengenai usulan tersebut. "Kementerian ESDM dan stakeholder mengusulkan mulai 2040 tidak ada lagi penjualan mobil berbahan bakar fosil, ini belum setuju. Kalau dibuat begitu, mungkin tantangannya besar tapi enggak akan. Jadi sampai 2039 mobilnya masih jalan. Mungkin populasinya sampai 2050-2060," tutur dia.
(izz)
Lihat Juga :