Pemerintah Diminta Pertimbangkan Kenaikan Tarif Cukai Tembakau

Minggu, 01 Oktober 2017 - 10:56 WIB
Pemerintah Diminta Pertimbangkan...
Pemerintah Diminta Pertimbangkan Kenaikan Tarif Cukai Tembakau
A A A
JAKARTA - Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 8,9% pada tahun depan mendapat reaksi keras dari para pelaku industri tembakau di Tanah Air. Kenaikan tarif CHT dianggap tidak rasional dan membebani industri rokok.

Ketua Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo menyatakan, kebijakan cukai harus rasional dengan mempertimbangkan kelangsungan bisnis industri tembakau. Saat ini Industri hasil tembakau dalam keadaan terpuruk, di mana volume produksi terus menurun tiap tahunnya.

Pada 2016 sudah turun 6 miliar batang dan tahun ini diprediksi pemerintah turun 11 miliar batang. "Kami yakin bahwa pemerintah juga sudah mengerti kalau industri dalam fase penurunan. Kenapa mau meningkatkan tarif cukainya tinggi? Ini sama dengan tidak ada peluang bagi industri hasil tembakau untuk hidup," kata dia dalam rilisnya, Minggu (1/10/2017).

Menurutnya, kenaikan tarif cukai 2017 sebesar 10,5% yang menyebabkan volume industri anjlok hingga 2%, harusnya menjadi bahan pertimbangan jika cukai dinaikkan terlalu tinggi. Wacana kenaikan cukai 8,9% untuk 2018 memberatkan, karena industri hasil tembakau saat ini dalam keadaan terpuruk.

"Pemerintah seharusnya jangan hanya bergantung pada cukai tembakau sebagai sumber penerimaan cukai, terutama di tengah lesunya kondisi industri tembakau tahun ini," imbuh Budidoyo.

Menurutnya, jika terjadi kenaikan tarif cukai yang tinggi, akan berdampak pada industri tembakau,‎ mengingat industri ini merupakan industri padat karya yang melibatkan jutaan orang dari hulu hingga hilir. Di samping juga sebagai sumber utama penerimaan cukai negara.‎

Perlu diingat bahwa rantai industri hasil tembakau panjang, bukan hanya pabrikan rokok saja. "Saat industri mengalami penurunan, yang akan terkena dampaknya bukan cuma pabrikan, tapi juga pekerja di pabrik rokok, petani cengkeh, dan petani tembakau yang totalnya mencapai lebih dari 6 juta orang," tutupnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Serikat Pekerja Minta...
Serikat Pekerja Minta Tidak Ada Kenaikan Cukai untuk Sigaret Kretek Tangan
Perlunya Deregulasi...
Perlunya Deregulasi Aturan IHT demi Wujudkan Indonesia Incorporated
Cukai Rokok Naik, Petani...
Cukai Rokok Naik, Petani Tembakau Makin Menderita
Produksi Tembakau Olahan...
Produksi Tembakau Olahan Diproyeksikan Merosot 16%
Keki Cukai Rokok Naik,...
Keki Cukai Rokok Naik, KNPK: Sekalian Saja Ilegalkan
Mau Jadi Perokok di...
Mau Jadi Perokok di RI, Siap-siap Rogoh Kocek Sangat Dalam
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
1 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
1 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved