Rini Sebut Sri Mulyani dan Jonan Negosiator Pemerintah-Freeport

Senin, 02 Oktober 2017 - 16:00 WIB
Rini Sebut Sri Mulyani...
Rini Sebut Sri Mulyani dan Jonan Negosiator Pemerintah-Freeport
A A A
DEPOK - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menegaskan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan adalah negosiator proses divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia ke pemerintah. Ia juga menekankan pihaknya terus berkonsultasi dengan kedua menteri tersebut mengenai progress proses divestasi.

(Baca Juga: Bos Besar Freeport Kirim Surat Tolak Skema Lepas 51% Saham )

Mengingat, BUMN melalui holding BUMN pertambangan berminat untuk membeli saham yang akan dilepas oleh raksasa tambang Paman Sam tersebut. "Gini. Kalau Freeport pada dasarnya negosiator utama Bu Sri Mulyani dan Pak Menteri ESDM. Kita konsultasi terus. Ini masih progress," terang Menteri Rini di sela-sela peresmian rumah susun dengan konsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Senin (2/10/2017).

(Baca Juga: Divestasi 51% Saham, Freeport Ogah Lewat Right Issue )

Lebih lanjut Ia mengutarakan hingga saat ini pemerintah dan Freeport masih terus bernegosiasi mengenai proses divestasi. Terkait dengan surat penolakan Freeport terhadap usulan pemerintah, Rini mengaku tidak mengetahui hal tersebut. "Saya belum baca surat apa. Negosiasinya terus berlanjut. Masih berjalan. Ya, namanya negosiasi," ungkapnya.

Sebelumnya Chief Executive Officer (CEO) Freeport McMoran Richard Adkerson akhir pekan lalu mengirimkan surat kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu), terkait penolakannya atas skema pelepasan (divestasi) 51% saham yang diusulkan pemerintah. Freeport menginginkan agar divestasi dilakukan melalui pencatatan saham perdana (innitial public offering/IPO) serta valuasi saham dihitung hingga 2041.

Sementara pemerintah meminta Freeport untuk melepaskan saham dengan menerbitkan saham baru (right issue). Selain itu, pemerintah menginginkan agar valuasi saham dihitung hanya sampai akhir masa kontrak raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut yaitu pada 2021.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Beroperasi Lebih...
Smelter Beroperasi Lebih Cepat, CEO Freeport-McMoRan Turun Langsung ke Gresik
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
25 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
41 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved